CERPEN
Kenapa Kau Berbohong
Seperti biasa setiap pagi Karin
dijemput oleh kekasihnya Dio, mereka segera berangkat. Karin mahasiswi
Universitas Tanjung Malang jurusan ekonomi semester 4, sedangkan Dio adalah
Direktur Virtual Company Malang yang bergerak di bidang Contractor and
Supplier. 3 tahun yang lalu mereka bertemu di Cafe Ceria yang ada di daerah
Permai, ketika itu Karin bekerja sebagai penyanyi di Cafe tersebut karena kakak
perempuannya yang bernama Rini meninggal karena kecelakaan.
Rini adalah kakak perempuannya yang
bekerja di Bank Harapan sebagai manager. Ketika kakaknya masih hidup keluarganya
serba berkecukupan, setelah kakaknya wafat karena kecelakaan hidupnya serba
kekurangan. Orang tua karin sudah tua dan mereka sulit untuk bekerja kembali
akhirnya Karin bekerja sebagai penyanyi Cafe di malam hari. Paginya dia kuliah
dan malamnya dia bekerja.
Kehidupan yang dilalui Karin sangat
keras, banyak yang menghina dan mencemoohnya tapi itu semua tidak dia rasakan
lagi sebab sejak dia bertemu Dio kehidupannya berubah 1800, uang
kuliah Karin dibayar oleh Dio, biaya hidupnya dibiayai oleh Dio, rumah, mobil,
dan usaha rumah makan semuanya dibiayai oleh Dio. Berkat kegigihan Karin usaha
rumah makannya telah berkembang pesat dan Dio pun tidak perlu membiayai Karin
dan keluarganya.
Karin sangat bersyukur bisa bertemu
dengan Dio yang telah mengubahnya hidupnya menjadi lebih baik. Dio menyatakan
cintanya kepada Karin disebuah restaurant dan dia pun menerima cintanya Dio.
Di dalam mobil Dio dan Karin
membicarakan tentang sesuatu.
“
Dio aku penasaran dengan laki-laki berbaju hitam yang selalu mengunjungi kakak
setiap bulan di tanggal yang sama, bagaimana kalau kita menyewa detektive untuk
menyelidiki laki-laki tersebut ? “ tanya Karin.
“ Aku sarankan jangan mungkin saja
itu temannya Rini “ jawab Dio cemas dan khawatir.
“ Mungkin kamu benar “ kata Karin
yang curiga dengan sifat Dio.
Dio selalu mengantar dan menjemput
Karin, bila Dio berhalangan hadir atau ada rapat Karin berangkat dan pulang
kuliah naik angkot.
Malamnya Dio mengajak Karin makan
malam di cafe di daerah Nusa Indah. Mereka makan sambil mendengarkan musik yang
dimainkan oleh band dari cafe tersebut. Setelah itu Dio mengantarkan Karin
pulang. Saat Dio berada di rumahnya ada seorang laki-laki yang memberitahu Dio
sesuatu.
“ Sampai kapan kau akan merahasiakan
hal tersebut Dio ? “ tanya laki-laki tersebut.
“ Aku tidak tahu “ jawab Dio
bimbang.
“ Bukankah kamu pernah bilang akan
memberitahu dia bila saatnya tiba “ kata laki-laki tersebut.
“ Benar...tenang saja aku akan
mengatakan kepada dia secepatnya “ kata Dio sambil memandang lantai.
“ Jika dia mendengar dari orang lain
dia akan sulit memaafkanmu tapi bila kamu yang beritahu mungkin dia akan
memaafkanmu walaupun presentasenya kecil “ kata laki-laki tersebut lalu pergi
meninggalkan Dio sendirian di rumahnya.
“ Aku...aku tidak bisa mengatakannya
sekarang atau mungkin selamanya karena aku takut kehilangan dia, lebih baik
seperti ini biarkan rahasia ini terus tertutup “ kata Dio berbicara sendiri
karena laki-laki tersebut telah tidak ada di rumahnya Dio.
Hari ini adalah minggu dan Karin
masih penasaran dengan laki-laki misterius yang selalu mengunjungi makam
kakaknya, diam-diam dia menyewa detektive untuk menyelidiki laki-laki misterius
itu. Dio sama sekali tidak tahu kalau Karin menyewa seorang detektive. Dio dan
karin siang harinya pergi ke Coban Rondo bersama kedua orang tuanya, awalnya
orang tua Dio tidak menyetujui hubungan Dio dan Karin tapi seiring berjalannya
waktu mereka akhirnya mau menerima hubungan Dio dan Karin.
Di Coban Rondo mereka berfoto
bersama, makan, dan menikmati sejuknya udara siang. Sorenya mereka pulang tapi
sebelum itu mereka makan di “ KEDAI SEJUK “, banyak hal yang mereka bicarakan
saat makan. Pembicaraan mereka terlihat begitu hangat dan menyenangkan.
Setelah mengantarkan Karin dan orang
tuanya pulang ke rumah. Dio dan orang tuanya pergi ke pemakaman Sudirman,
mereka mengunjungi makam tersebut lalu kembali ke rumah. Dalam perjalanan
pulang Ayah Dio bertanya tentang hubungan mereka ke depannya, Dio hanya diam
dan membisu, ayahnya tidak melanjutkan pertanyaannya dia tahu apa yang
dipikirkan oleh Dio.
Setelah mengantarkan kedua orang
tuanya ke rumah, Dio segera kembali ke apartemennya. Ketika berada di
apartemennya dia duduk di kamarnya lalu termenung dan meneteskan air mata
penyesalan. Hati Dio sangat bimbang dan takut bila suatu saat nanti Karin
mengetahui kebenarannya.
Malam itu Dio ditelepon oleh
seseorang, ketika mendengar berita yang disampaikan oleh orang tersebut dia
terkejut dan meminta tolong orang itu untuk menyelesaikan masalahnya, dia
berkata akan secepatnya memberitahu Karin kejadian yang sebenarnya. Orang itu
menyetujui permintaannya tapi bila Dio tidak bisa mengatakan yang sebenarnya
dia yang akan mengatakannya. Dio menyetujui permintaan orang tersebut
Dio bertambah bingung dan bimbang,
tapi dia memutuskan dengan mantap bila saatnya tiba dia akan cerita ke karin
kejadian sebenarnya.
Sorenya Dio menjemput Karin lalu
mereka pergi ke bale kambang, di sana mereka bersenang-senang. Mereka berfoto
ria dengan berbagai gaya dan pose yang lucu. Malamnya mereka nonton film di
Matos, hari itu Karin merasa gembira sedangkan Dio merasa was-was.
Detektive yang disewa karin
mengatakan bahwa orang yang sering berkunjung bernama Ray dia bekerja di bank
Harapan, dia adalah sahabat Rini, alasan dia berkunjung di makam Rini adalah
dia sangat mencintai Rini, sehingga dia selalu berkunjung ke makamnya setiap
bulan.
Karin meminta nomor telepon orang
tersebut, dia lalu menghubungi Ray dan ingin bertemu dengannya untuk
membicarakan sesuatu.
Mereka berjanji bertemu Academy
Resto jam 12 siang. Mereka pun bertemu dan membicarakan sesuatu.
“
Maaf kan aku sebelumnya, perkenalkan namaku adalah Karin “ kata Karin
memperkenalkan diri kepada Ray.
“
Perkenalkan saya Ray, sahabat Rini, dia sering bercerita tentang dirimu “ kata
Ray tersenyum.
“
Sudah berapa lama anda mengenal Kak Rini ? “ tanya Karin penasaran.
“
Sudah lama...aku dan Rini teman sejak SMP “ jawab Ray tersenyum.
“
Oh ternyata anda dan Kak Rini teman sejak lama, emmm mengapa anda selalu
mengunjungi kakak saya di tanggal yang sama setiap bulan ? “ tanya Karin
penasaran.
“
Tanggal yang sama ? Setiap bulan ? Apa maksud anda ? “ tanya Ray bingung.
“
Bukankah anda yang selalu mengunjungi makam kakak saya tiap bulan di tanggal
yang sama ? “ tanya Karin semakin tidak mengerti.
“
Apa ? Saya memang sering mengunjungi makam Rini tapi tanggalnya tidak menentu “
jawab Ray heran.
“
Apa ? Kalau bukan anda lalu siapa ? “ tanya Karin bingung dan terkejut.
“
...mungkin yang ada maksud adalah laki-laki itu “ jawab Ray mengingat-ingat
sesuatu.
“
Laki-laki itu maksudnya ? “ tanya Karin penasaran.
“
Ada seorang laki-laki yang sering mengunjungi makam Rini tiap bulan di tanggal
yang sama, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali dan aku bertanya apa
alasannya mengunjungi makam Rini di tanggal yang sama, katanya tanggal ini
adalah hari dimana Rini mengalami kecelakaan, jadi dia selalu datang di hari
Rini mengalami kecelakaan untuk menebus dosa begitu katanya “ jawab Ray.
“
Siapa nama laki-laki itu ? “ tanya Karin menahan amarah.
“
Kalau tidak salah namanya itu Dio atau Rio sebab aku dan dia cuma bertemu
beberapa kali jadi aku lupa namanya “ jawab Ray berusaha mengingat.
“
Dio ? kamu menyebut Dio ? “ tanya Karin menahan air matanya keluar.
“
Mungkin itu namanya sebab aku dan dia cuma beberapa kali bertemu, kenapa ? “
tanya Ray merasa bersalah dan bingung.
“
Tidak apa-apa dan terima kasih infonya “ jawab Karin pamit pulang dan dia
menangis di luar resto sambil memandang langit.
Dio berencana memberitahukan
segalanya kepada Karin, dia menghubungi Karin untuk mengajaknya makan malam di
resto yang biasa mereka kunjungi. Berkali-kali Dio menghubungi Karin tidak bisa
lalu dia pergi ke rumah Karin dia khawatir terjadi sesuatu kepada kekasihnya
itu.
Ketika sampai di rumah Karin, dia
melihat Karin duduk di ruang tamu. Dio melihat mata Karin bengkak karena
menangis.
“ Dio besok temani aku ke makam
kakakku jam 9 pagi “ pinta Karin dengan tatapan kosong.
“ Apa ? kenapa mendadak ? “ tanya
Dio tidak mengerti.
“ Aku ingin ke sana, temani aku ke
sana “ pinta Karin lalu beranjak pergi menuju ke kamarnya.
Dio hanya diam terpaku melihat
ekspresi karin yang kosong dan meninggalkan dia begitu saja.
Jam 9 pagi Dio menjemput Karin ke
rumahnya dan mereka berdua pergi ke makam Rini. Ketika sampai di makamnya Rini
mereka berdua berdoa.
“ Dio kapan kakakku kecelakaan ? “
tanya Rini.
“ 3 Desember “ jawab Dio.
“ ...tanggal 3 tiap bulan selalu
saja ada laki-laki yang mengunjungi makam Kak Rini, yang membuatku bingung
kenapa tanggal itu sama dengan saat kakakku kecelakaan, menurutmu laki-laki itu
siapa ? “ tanya Karin memandang Dio serius.
“
...aku tidak tahu...mungkin...mungkin dia sahabat kakakmu atau pacarnya “ jawab
Dio ketakutan.
“ Darimana kamu tahu tanggal
kecelakaan kakakku ? “ tanya Karin dengan pandangan tajam.
“ Itu...itu...itu... “ jawab Dio
ketakutan dan diam membisu.
“ Kenapa kamu tidak bisa jawab ?
atau aku harus katakan kaulah yang menabrak kakakku, apakah aku benar tuan Dio
? “ tanya Karin menahan air matanya.
“ ... “ jawab Dio tetap diam dan
ketakutan.
“ Kenapa kau diam ? jawab
pertanyaanku Dio “ tanya Karin menahan emosi.
“ Iya...aku...akulah yang
mengunjungi makam kakakmu tiap bulan...akulah yang menabrak kakakmu...akulah
yang mebuat keluargamu sengsara...akulah yang membuat hidupmu hancur “ jawab
Dio menunduk lesu.
“...apa tujuanmu ? Untuk membuatku
sedih ? Untuk membuatku hancur ? APA TUJUANMU !!! JAWAB AKU PEMBUNUH !!! “
teriak Karin sambil menangis.
“ Aku...aku tidak bermaksud
membohongimu...kalau kau mau membunuhku silakan...kalau itu bisa membuatmu
puas...aku hanya ingin menebus kesalahanku...apakah kau mau memaafkan aku ? “
tanya Dio mengulurkan tangannya kepada Karin.
“ TIDAK AKAN PERNAH !!! MINTA MAAFLAH
KEPADA KAKAKKU !!! “ teriak Karin sambil menampik tangan Dio lalu berlari
keluar makam dan pulang ke rumahnya.
Malamnya Karin menangis di kamarnya
sedangkan Dio duduk di kamarnya sambil minum dia melihat foto Karin.
Paginya dia mengunjungi rumah Karin,
dia ingin bertemu Karin untuk menjelaskan sesuatu. Orang tua Karin memberitahu
kalau sudah seharian penuh Karin mengunci kamarnya, Dio pergi ke kamarnya Karin
di depan pintu dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai Karin, dia juga
meminta maaf kalau selama ini dia banyak berbuat kesalahan, dia mengatakan
bahwa dia akan bertanggung jawab atas kematian Rini, dan dia berkata dia akan
meminta maaf kepada Rini secepatnya lalu dia pergi dari rumah Karin.
Ketika Dio telah pergi, Karin
membuka pintunya dan menemui kedua orang tuanya. Dia berkata dia tidak ingin
menemui Dio untuk sementara ini.
Besok pagi ada berita di televisi
yang memberitahukan bahwa Dio telah menyerahkan dirinya kepada kepolisian.
Melihat itu Karin hanya diam saja dan pergi ke kamarnya. Kedua orang tuanya
merasa khawatir dengan kondisi Karin, mereka menemui dia di kamarnya dan
menasehati Karin.
Seminggu kemudian Karin mengunjungi Dio
di penjara, dia bertanya alasan Dio menyerahkan diri. Dio memberitahu ini adalah
cara dia menebus dosa dan tenang saja minggu depan dia bisa bicara dengan Rini
untuk meminta maaf. Karin tidak mengerti maksud Dio tapi dia ingin memberitahu
bahwa dia telah memaafkan Dio.
Mendengar kata-kata dari Karin Dio
bersyukur karena dia telah mendapat dimaafkan oleh Karin. Malamnya setelah
Karin mengunjunginya, Dio memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meminum racun
tikus yang telah dia sembunyikan selama ini.
Berita tentang Dio yang bunuh diri
telah menyebar hingga ke pelosok negeri, melihat berita tersebut Karin dengan
cepat pergi ke rumah sakit tempat Dio di rawat. Kondisi Dio masih kritis dan
dia dirawat di UGD RS WANTI INDAH Malang.
Beberapa jam kemudian dokter yang
merawat Dio keluar dan mengatakan kondisi Dio masih kritis dan dia masih koma.
Dokter mengatakan kalau Dio bisa ditemui tapi hanya satu orang saja yang bisa
menemuinya. Karin masuk di ruangan tempat Dio yang masih koma, dia mendekati
Dio dan membisikkan sesuatu.
1 bulan kemudian Dio meninggal dunia
dan dia di makamkan di dekat makam Rini. Setelah pemakamam Dio, orang tuanya
memberikan karin sebuah surat.
Karin membaca surat tersebut,
ternyata itu adalah surat yang dibuat oleh Dio, di surat tersebut Dio
menceritakan bahwa dia yang menabrak Rini hingga mati, karena merasa bersalah
meninggalkan Rini yang telah dia tabrak dia mencari info tentang Rini dan
mengetahui bahwa Rini punya adik dan keluarga. Dia membantu Karin dan
keluarganya untuk sukses adalah cara dia menebus dosa, setiap bulan dia mengunjungi
makam Rini untuk meminta maaf. Seiring berjalannya waktu Dio mencintai Karin
dan berencana menikahinya tapi dia urungkan karena dia adalah penyebab kakaknya
meninggal.
Sejak Karin membencinya dia
berencana mengakhiri hidupnya dan meminta maaf kepada Rini di alam sana karena
dia mengikuti permintaan Karin.
Karin menangis di membaca surat itu
dan dia pergi ke makam Dio, di depan makam Dio dia mengatakan bahwa dia juga
mencintai Dio.
1 tahun kemudian Karin telah menjadi
pengusaha wanita yang sukses, dan dia telah menikah dengan pengusaha bernama Mike.
Mereka berdua pergi ke makam Dio dan kakaknya untuk mendoakan keduanya sambil
membawa bunga mawar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar