Kamis, 22 Januari 2015

CERPEN
Kenapa Kau Berbohong
            Seperti biasa setiap pagi Karin dijemput oleh kekasihnya Dio, mereka segera berangkat. Karin mahasiswi Universitas Tanjung Malang jurusan ekonomi semester 4, sedangkan Dio adalah Direktur Virtual Company Malang yang bergerak di bidang Contractor and Supplier. 3 tahun yang lalu mereka bertemu di Cafe Ceria yang ada di daerah Permai, ketika itu Karin bekerja sebagai penyanyi di Cafe tersebut karena kakak perempuannya yang bernama Rini meninggal karena kecelakaan.
            Rini adalah kakak perempuannya yang bekerja di Bank Harapan sebagai manager. Ketika kakaknya masih hidup keluarganya serba berkecukupan, setelah kakaknya wafat karena kecelakaan hidupnya serba kekurangan. Orang tua karin sudah tua dan mereka sulit untuk bekerja kembali akhirnya Karin bekerja sebagai penyanyi Cafe di malam hari. Paginya dia kuliah dan malamnya dia bekerja.
            Kehidupan yang dilalui Karin sangat keras, banyak yang menghina dan mencemoohnya tapi itu semua tidak dia rasakan lagi sebab sejak dia bertemu Dio kehidupannya berubah 1800, uang kuliah Karin dibayar oleh Dio, biaya hidupnya dibiayai oleh Dio, rumah, mobil, dan usaha rumah makan semuanya dibiayai oleh Dio. Berkat kegigihan Karin usaha rumah makannya telah berkembang pesat dan Dio pun tidak perlu membiayai Karin dan keluarganya.
            Karin sangat bersyukur bisa bertemu dengan Dio yang telah mengubahnya hidupnya menjadi lebih baik. Dio menyatakan cintanya kepada Karin disebuah restaurant dan dia pun menerima cintanya Dio.
            Di dalam mobil Dio dan Karin membicarakan tentang sesuatu.
“ Dio aku penasaran dengan laki-laki berbaju hitam yang selalu mengunjungi kakak setiap bulan di tanggal yang sama, bagaimana kalau kita menyewa detektive untuk menyelidiki laki-laki tersebut ? “ tanya Karin.
            “ Aku sarankan jangan mungkin saja itu temannya Rini “ jawab Dio cemas dan khawatir.
            “ Mungkin kamu benar “ kata Karin yang curiga dengan sifat Dio.
            Dio selalu mengantar dan menjemput Karin, bila Dio berhalangan hadir atau ada rapat Karin berangkat dan pulang kuliah naik angkot.
            Malamnya Dio mengajak Karin makan malam di cafe di daerah Nusa Indah. Mereka makan sambil mendengarkan musik yang dimainkan oleh band dari cafe tersebut. Setelah itu Dio mengantarkan Karin pulang. Saat Dio berada di rumahnya ada seorang laki-laki yang memberitahu Dio sesuatu.
            “ Sampai kapan kau akan merahasiakan hal tersebut Dio ? “ tanya laki-laki tersebut.
            “ Aku tidak tahu “ jawab Dio bimbang.
            “ Bukankah kamu pernah bilang akan memberitahu dia bila saatnya tiba “ kata laki-laki tersebut.
            “ Benar...tenang saja aku akan mengatakan kepada dia secepatnya “ kata Dio sambil memandang lantai.
            “ Jika dia mendengar dari orang lain dia akan sulit memaafkanmu tapi bila kamu yang beritahu mungkin dia akan memaafkanmu walaupun presentasenya kecil “ kata laki-laki tersebut lalu pergi meninggalkan Dio sendirian di rumahnya.
            “ Aku...aku tidak bisa mengatakannya sekarang atau mungkin selamanya karena aku takut kehilangan dia, lebih baik seperti ini biarkan rahasia ini terus tertutup “ kata Dio berbicara sendiri karena laki-laki tersebut telah tidak ada di rumahnya Dio.
            Hari ini adalah minggu dan Karin masih penasaran dengan laki-laki misterius yang selalu mengunjungi makam kakaknya, diam-diam dia menyewa detektive untuk menyelidiki laki-laki misterius itu. Dio sama sekali tidak tahu kalau Karin menyewa seorang detektive. Dio dan karin siang harinya pergi ke Coban Rondo bersama kedua orang tuanya, awalnya orang tua Dio tidak menyetujui hubungan Dio dan Karin tapi seiring berjalannya waktu mereka akhirnya mau menerima hubungan Dio dan Karin.
            Di Coban Rondo mereka berfoto bersama, makan, dan menikmati sejuknya udara siang. Sorenya mereka pulang tapi sebelum itu mereka makan di “ KEDAI SEJUK “, banyak hal yang mereka bicarakan saat makan. Pembicaraan mereka terlihat begitu hangat dan menyenangkan.
            Setelah mengantarkan Karin dan orang tuanya pulang ke rumah. Dio dan orang tuanya pergi ke pemakaman Sudirman, mereka mengunjungi makam tersebut lalu kembali ke rumah. Dalam perjalanan pulang Ayah Dio bertanya tentang hubungan mereka ke depannya, Dio hanya diam dan membisu, ayahnya tidak melanjutkan pertanyaannya dia tahu apa yang dipikirkan oleh Dio.
            Setelah mengantarkan kedua orang tuanya ke rumah, Dio segera kembali ke apartemennya. Ketika berada di apartemennya dia duduk di kamarnya lalu termenung dan meneteskan air mata penyesalan. Hati Dio sangat bimbang dan takut bila suatu saat nanti Karin mengetahui kebenarannya.
            Malam itu Dio ditelepon oleh seseorang, ketika mendengar berita yang disampaikan oleh orang tersebut dia terkejut dan meminta tolong orang itu untuk menyelesaikan masalahnya, dia berkata akan secepatnya memberitahu Karin kejadian yang sebenarnya. Orang itu menyetujui permintaannya tapi bila Dio tidak bisa mengatakan yang sebenarnya dia yang akan mengatakannya. Dio menyetujui permintaan orang tersebut
            Dio bertambah bingung dan bimbang, tapi dia memutuskan dengan mantap bila saatnya tiba dia akan cerita ke karin kejadian sebenarnya.
            Sorenya Dio menjemput Karin lalu mereka pergi ke bale kambang, di sana mereka bersenang-senang. Mereka berfoto ria dengan berbagai gaya dan pose yang lucu. Malamnya mereka nonton film di Matos, hari itu Karin merasa gembira sedangkan Dio merasa was-was.
            Detektive yang disewa karin mengatakan bahwa orang yang sering berkunjung bernama Ray dia bekerja di bank Harapan, dia adalah sahabat Rini, alasan dia berkunjung di makam Rini adalah dia sangat mencintai Rini, sehingga dia selalu berkunjung ke makamnya setiap bulan.
            Karin meminta nomor telepon orang tersebut, dia lalu menghubungi Ray dan ingin bertemu dengannya untuk membicarakan sesuatu.
            Mereka berjanji bertemu Academy Resto jam 12 siang. Mereka pun bertemu dan membicarakan sesuatu.
“ Maaf kan aku sebelumnya, perkenalkan namaku adalah Karin “ kata Karin memperkenalkan diri kepada Ray.
“ Perkenalkan saya Ray, sahabat Rini, dia sering bercerita tentang dirimu “ kata Ray tersenyum.
“ Sudah berapa lama anda mengenal Kak Rini ? “ tanya Karin penasaran.
“ Sudah lama...aku dan Rini teman sejak SMP “ jawab Ray tersenyum.
“ Oh ternyata anda dan Kak Rini teman sejak lama, emmm mengapa anda selalu mengunjungi kakak saya di tanggal yang sama setiap bulan ? “ tanya Karin penasaran.
“ Tanggal yang sama ? Setiap bulan ? Apa maksud anda ? “ tanya Ray bingung.
“ Bukankah anda yang selalu mengunjungi makam kakak saya tiap bulan di tanggal yang sama ? “ tanya Karin semakin tidak mengerti.
“ Apa ? Saya memang sering mengunjungi makam Rini tapi tanggalnya tidak menentu “ jawab Ray heran.
“ Apa ? Kalau bukan anda lalu siapa ? “ tanya Karin bingung dan terkejut.
“ ...mungkin yang ada maksud adalah laki-laki itu “ jawab Ray mengingat-ingat sesuatu.
“ Laki-laki itu maksudnya ? “ tanya Karin penasaran.
“ Ada seorang laki-laki yang sering mengunjungi makam Rini tiap bulan di tanggal yang sama, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali dan aku bertanya apa alasannya mengunjungi makam Rini di tanggal yang sama, katanya tanggal ini adalah hari dimana Rini mengalami kecelakaan, jadi dia selalu datang di hari Rini mengalami kecelakaan untuk menebus dosa begitu katanya “ jawab Ray.
“ Siapa nama laki-laki itu ? “ tanya Karin menahan amarah.
“ Kalau tidak salah namanya itu Dio atau Rio sebab aku dan dia cuma bertemu beberapa kali jadi aku lupa namanya “ jawab Ray berusaha mengingat.
“ Dio ? kamu menyebut Dio ? “ tanya Karin menahan air matanya keluar.
“ Mungkin itu namanya sebab aku dan dia cuma beberapa kali bertemu, kenapa ? “ tanya Ray merasa bersalah dan bingung.
“ Tidak apa-apa dan terima kasih infonya “ jawab Karin pamit pulang dan dia menangis di luar resto sambil memandang langit.
            Dio berencana memberitahukan segalanya kepada Karin, dia menghubungi Karin untuk mengajaknya makan malam di resto yang biasa mereka kunjungi. Berkali-kali Dio menghubungi Karin tidak bisa lalu dia pergi ke rumah Karin dia khawatir terjadi sesuatu kepada kekasihnya itu.
            Ketika sampai di rumah Karin, dia melihat Karin duduk di ruang tamu. Dio melihat mata Karin bengkak karena menangis.
            “ Dio besok temani aku ke makam kakakku jam 9 pagi “ pinta Karin dengan tatapan kosong.
            “ Apa ? kenapa mendadak ? “ tanya Dio tidak mengerti.
            “ Aku ingin ke sana, temani aku ke sana “ pinta Karin lalu beranjak pergi menuju ke kamarnya.
            Dio hanya diam terpaku melihat ekspresi karin yang kosong dan meninggalkan dia begitu saja.
            Jam 9 pagi Dio menjemput Karin ke rumahnya dan mereka berdua pergi ke makam Rini. Ketika sampai di makamnya Rini mereka berdua berdoa.
            “ Dio kapan kakakku kecelakaan ? “ tanya Rini.
            “ 3 Desember “ jawab Dio.
            “ ...tanggal 3 tiap bulan selalu saja ada laki-laki yang mengunjungi makam Kak Rini, yang membuatku bingung kenapa tanggal itu sama dengan saat kakakku kecelakaan, menurutmu laki-laki itu siapa ? “ tanya Karin memandang Dio serius.
            “ ...aku tidak tahu...mungkin...mungkin dia sahabat kakakmu atau pacarnya “ jawab Dio ketakutan.
            “ Darimana kamu tahu tanggal kecelakaan kakakku ? “ tanya Karin dengan pandangan tajam.
            “ Itu...itu...itu... “ jawab Dio ketakutan dan diam membisu.
            “ Kenapa kamu tidak bisa jawab ? atau aku harus katakan kaulah yang menabrak kakakku, apakah aku benar tuan Dio ? “ tanya Karin menahan air matanya.
            “ ... “ jawab Dio tetap diam dan ketakutan.
            “ Kenapa kau diam ? jawab pertanyaanku Dio “ tanya Karin menahan emosi.
            “ Iya...aku...akulah yang mengunjungi makam kakakmu tiap bulan...akulah yang menabrak kakakmu...akulah yang mebuat keluargamu sengsara...akulah yang membuat hidupmu hancur “ jawab Dio menunduk lesu.
            “...apa tujuanmu ? Untuk membuatku sedih ? Untuk membuatku hancur ? APA TUJUANMU !!! JAWAB AKU PEMBUNUH !!! “ teriak Karin sambil menangis.
            “ Aku...aku tidak bermaksud membohongimu...kalau kau mau membunuhku silakan...kalau itu bisa membuatmu puas...aku hanya ingin menebus kesalahanku...apakah kau mau memaafkan aku ? “ tanya Dio mengulurkan tangannya kepada Karin.
            “ TIDAK AKAN PERNAH !!! MINTA MAAFLAH KEPADA KAKAKKU !!! “ teriak Karin sambil menampik tangan Dio lalu berlari keluar makam dan pulang ke rumahnya.
            Malamnya Karin menangis di kamarnya sedangkan Dio duduk di kamarnya sambil minum dia melihat foto Karin.
            Paginya dia mengunjungi rumah Karin, dia ingin bertemu Karin untuk menjelaskan sesuatu. Orang tua Karin memberitahu kalau sudah seharian penuh Karin mengunci kamarnya, Dio pergi ke kamarnya Karin di depan pintu dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai Karin, dia juga meminta maaf kalau selama ini dia banyak berbuat kesalahan, dia mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab atas kematian Rini, dan dia berkata dia akan meminta maaf kepada Rini secepatnya lalu dia pergi dari rumah Karin.
            Ketika Dio telah pergi, Karin membuka pintunya dan menemui kedua orang tuanya. Dia berkata dia tidak ingin menemui Dio untuk sementara ini.
            Besok pagi ada berita di televisi yang memberitahukan bahwa Dio telah menyerahkan dirinya kepada kepolisian. Melihat itu Karin hanya diam saja dan pergi ke kamarnya. Kedua orang tuanya merasa khawatir dengan kondisi Karin, mereka menemui dia di kamarnya dan menasehati Karin.
            Seminggu kemudian Karin mengunjungi Dio di penjara, dia bertanya alasan Dio menyerahkan diri. Dio memberitahu ini adalah cara dia menebus dosa dan tenang saja minggu depan dia bisa bicara dengan Rini untuk meminta maaf. Karin tidak mengerti maksud Dio tapi dia ingin memberitahu bahwa dia telah memaafkan Dio.
            Mendengar kata-kata dari Karin Dio bersyukur karena dia telah mendapat dimaafkan oleh Karin. Malamnya setelah Karin mengunjunginya, Dio memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meminum racun tikus yang telah dia sembunyikan selama ini.
            Berita tentang Dio yang bunuh diri telah menyebar hingga ke pelosok negeri, melihat berita tersebut Karin dengan cepat pergi ke rumah sakit tempat Dio di rawat. Kondisi Dio masih kritis dan dia dirawat di UGD RS WANTI INDAH Malang.
            Beberapa jam kemudian dokter yang merawat Dio keluar dan mengatakan kondisi Dio masih kritis dan dia masih koma. Dokter mengatakan kalau Dio bisa ditemui tapi hanya satu orang saja yang bisa menemuinya. Karin masuk di ruangan tempat Dio yang masih koma, dia mendekati Dio dan membisikkan sesuatu.
            1 bulan kemudian Dio meninggal dunia dan dia di makamkan di dekat makam Rini. Setelah pemakamam Dio, orang tuanya memberikan karin sebuah surat.
            Karin membaca surat tersebut, ternyata itu adalah surat yang dibuat oleh Dio, di surat tersebut Dio menceritakan bahwa dia yang menabrak Rini hingga mati, karena merasa bersalah meninggalkan Rini yang telah dia tabrak dia mencari info tentang Rini dan mengetahui bahwa Rini punya adik dan keluarga. Dia membantu Karin dan keluarganya untuk sukses adalah cara dia menebus dosa, setiap bulan dia mengunjungi makam Rini untuk meminta maaf. Seiring berjalannya waktu Dio mencintai Karin dan berencana menikahinya tapi dia urungkan karena dia adalah penyebab kakaknya meninggal.
            Sejak Karin membencinya dia berencana mengakhiri hidupnya dan meminta maaf kepada Rini di alam sana karena dia mengikuti permintaan Karin.
            Karin menangis di membaca surat itu dan dia pergi ke makam Dio, di depan makam Dio dia mengatakan bahwa dia juga mencintai Dio.
            1 tahun kemudian Karin telah menjadi pengusaha wanita yang sukses, dan dia telah menikah dengan pengusaha bernama Mike. Mereka berdua pergi ke makam Dio dan kakaknya untuk mendoakan keduanya sambil membawa bunga mawar.
           
           
                
             
              
           

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar