Puisi
Sisi Liar
karya Syaiful Anwar
Malam yang dingin menusuk tulang
Berbagai problema memasuki pikiran
Hati yang terluka terus tersayat
Jiwa yang terdiam terus meronta
Memanggil-manggil
hati yang bimbang
Keraguan
hati semakin terkuak
Nurani mulai
terselubung awan hitam yang pekat
Detak
jantung semakin berirama tak menentu
Satu...Dua...Tiga (Hening)
Hawa membunuh mulai memasuki jiwa yang goyah
Denyut nadi mulai berirama merubah bentuk tubuh yang sekarat
Awalnya malaikat berkembang menjadi iblis
Tatapan
kemarahan dengan mata liar berwarna merah
Taring dan
gigi yang tajam seperti pisau mulai merobek mangsa
Tubuh tinggi
tegap bagaikan monster di malam hari
Teriakannya
bagaikan terompet kematian
Wilayah yang gembira menjadi suram layaknya kuburan di malam
hari
Pergerakan yang cepat dalam mencari mangsa, membuat korban
menggigil ketakutan
Korban yang meminta penangguhan tak di gubris
Hawa kemarahan membutakan hati
Membunuh
berdasarkan insting dendam
Hanya ada
satu tujuan “ Hidup atau Mati ”
Himbauan
kebaikan selalu dia acuhkan
Di sebabkan
tertutupnya mata hati oleh kemarahan yang memuncak
Satu korban membuka hati yang terkunci
Kebimbangan mulai terasa
Tapi wajah bidadari yang sekarat mengeraskan hati
Korban terakhir di bunuh tanpa belas kasihan
Jiwa yang
liar menghilangkan impian
Bidadari
pagi mencoba membuka hatinya
Tetap
diacuhkan
Sisi Liar
meninggalkan segalanya layaknya kabut malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar