Hari ini aku bangun pagi karena ada rapat di kantor.
Namaku Heru, bekerja di perusahaan eksport-import barang, jabatanku adalah
manager di bagian produksi. Aku tinggal di Solo, tempatku bekerja juga di Solo.
Biasanya kantorku buka jam 9 pagi tapi karena ada rapat dengan dewan direksi
maka jam masuknya dimajukan jam 7 pagi, kalau pulang kantor jam 4 sore, tapi selama 1 minggu ini aku akan
lembur dan pulang jam 3 pagi.
Meskipun aku harus lembur tapi itu tidak masalah yang
penting harus semangat karena kalau kita suka mengeluh dalam bekerja maka kita
tidak akan bisa maju. Kata-kata itu aku dapatkan dari kedua orang tuaku. Mereka
sudah lama meninggal karena kecelakaan mobil, kejadiaan itu terjadi saat aku
masih kecil. Sejak aku kecil aku telah di asuh oleh paman dan bibiku, mereka
tidak punya anak jadi mereka sudah aku anggap ayah dan ibuku. Pamanku bernama
Pak Joni dan bibiku bernama Bu Heni. Pamanku bekerja sebagai pedagang buah dan
bibiku membuka warung makan, sebenarnya pamanku memintaku untuk melanjutkan usahanya
tapi aku tidak mau karena aku tidak berminat menjadi pedagang buah, awalnya dia
kecewa tapi akhirnya dia menghargai keputusanku untuk bekerja di kantor.
Aku datang ke kantor tepat jam setengah tujuh pagi, aku
langsung ke ruanganku. Sengaja aku datang lebih pagi supaya aku tidak
tergesa-gesa dalam menyiapkan bahan untuk rapat nanti. Materi-materi segera aku
persiapkan dan aku tata rapi supaya nanti aku bisa menjelaskan berbagai hal
yang mau dipertanyakan.
Jam di dinding sudah menunjukkan angka tujuh, aku segera
ke ruang rapat, kami mulai rapatnya. 2 jam kemudian rapat selesai, aku
kembalike ruanganku dan mulai mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai.
Jam 12 siang aku pergi ke kantin di bawah untuk makan
siang, biasanya aku pesan rawon, tempe goreng, dan es teh. Temanku John datang,
dan kami bicara tentang sesuatu.
“ Hai Heru selamat pagi “ sapa John lalu duduk di
sebelahku.
“ Hai, juga ada apa kamu mau pinjam uang ? “ tanyaku.
“ Jangan gitu dong, memang sih aku sering pinjam uang
sama yang lain tapi kali ini beda aku bukannya mau pinjam uang tapi ada hal
lain yang ingin aku beritahu kepadamu “ jawab John.
“ Apa itu ? “ tanyaku curiga.
“ Begini, ada klinik baru di jalan Surya, dokternya hebat
dan ahli kalau kamu ada keluhan tentang kondisimu atau mungkin keluargamu ada
yang sakit kamu bisa berobat ke sana “ jawab John serius.
“ Oh begitu, baiklah “ kataku singkat.
Setelah itu kami berdua berbincang-bincang tentang
berbagai hal.
Seminggu kemudian aku sakit demam, 3 hari aku tidak bisa
masuk kerja. Saat aku terbaring di rumah, aku teringat kata-kata John yang
mengatakan ada dokter yang ahli di Jalan Surya. Aku berdiri dari tempat tidurku
dan mengambil handphoneku lalu menelepon John untuk meminta alamat dari dokter
tersebut.
John menjawabnya dan mengirimkan aku sms dari dokter yang
dia beritahukan. Mengetahui alamat dokter tersebut aku lalu menuju alamat yang
dimaksud. Aku telah sampai di jalan Surya dan aku melihat sebuah klinik yang
sederhana tapi ramai. Aku merasa heran mengapa pasiennya banyak yang laki-laki.
Aku jadi penasaran seperti apa sih dokternya.
Untuk
masuk diperiksa oleh dokter tersebut kita harus antri terlebih dahulu. Aku
masih menunggu antrian lama. Sambil menunggu aku membaca koran yang telah
disediakan. Lama sekali aku mengantri, ketika aku menunggu giliran, ada lagi
pasien yang datang, dan yang datang adalah laki-laki. Aku semakin heran ini
klinik untuk laki-laki, kenapa yang datang malah laki-laki. Kalau dihitung
pengunjung perempuan kira-kira hanya 10 % sedangkan yang laki-laki sekitar 90
%.
Setelah
lama menunggu akhirnya aku dipanggil juga, saat aku masuk ke ruangan aku
terkejut karena dokter yang memeriksaku masih muda dan cantik. Dokter itu
memeriksaku, sambil memeriksa, kami berdua berbincang-bincang. Nama dokter tersebut
adalah Yeny, dia baru saja membuka klinik ini, sebelumnya dia bekerja di salah
satu rumah sakit di Solo, dia tidak menyangka bahwa klinik yang baru saja dia
buka akan seramai ini. Ada pengalaman lucu ketika dia memeriksa pasien yaitu,
ada pasien laki-laki yang mengeluh perutnya lapar karena dia belum makan,
mendengar cerita itu aku tahu alasan laki-laki tersebut periksa di klinik ini.
Selesai
memeriksa dia memberiku resep dan aku meminta no hpnya, dia bertanya untuk apa,
aku memberikan alasan kalau nanti aku sakit lagi aku akan menghubunginya. Dia
agak ragu dengan alasanku tapi dia memberiku no hpnya. Aku senang mendapat no
hp dokter cantik ini. Malamnya aku sms Yeny dengan alasan aku lupa dengan
resepnya, tapi yang membalas malah temannya namanya Rika. Aku kesal karena dia
mengerjaiku dan dia malah memberikan no hp temannya.
3
Hari kemudian kondisiku lumayan membaik, aku masuk kerja. Saat aku masuk
kerjaanku tidak terlalu banyak. Ketika aku mengerjakan pekerjaanku, entah
kenapa aku menulis puisi cinta untuk Yeny, teman kerjaku melihat hasil kerjaku
heran dan bertanya kepadaku apa yang aku tulis di komputerku, dengan enteng aku
mengatakan data-data tentang produksi. Dia bertanya kepadaku memangnya dalam
data produksi ada namanya Yeny si bidadari surga. Aku terkejut dan menghapus
puisi yang aku buat lalu mengatakan kalau tadi aku salah ketik, dia memandangku
dengan heran kemudian tersenyum sambil meninggalkanku yang melongo karena
heran. Aku kemudian melanjutkan pekerjaanku dengan serius karena takut nanti
salah ketik lagi.
Wajah
dokter cantik itu menghantuiku, selama 2 minggu aku gelisah, sulit tidur, susah
makan, dan melamun tidak jelas. Aku bepikir mungkin aku sakit, jadi aku
putuskan ke tempat dokter Yeny untuk check up. Aku bergegas check up, aku minta
cuti selama 1 minggu tapi aku hanya di perbolehkan selama 3 hari. Awalnya aku
menolak tapi aku akhirnya menerima daripada aku tidak dapat cuti.
Saat
di sana aku mengantri lama lagi karena banyak pasien laki-laki yang datang
untuk periksa. Aku curiga mereka pasti bukan datang untuk periksa melainkan
ingin bertemu Yeny, aku sebenarnya ingin mengusir mereka tapi aku tidak bisa
melakukannya karena aku tidak punya bukti dan tidak punya wewenang di sini,
kalau aku adalah ketua RT di sini akan aku usir mereka, aku hanya bisa menahan
kesal karena tidak bisa mengusir mereka.
3
jam kemudian akhirnya aku bisa periksa, aku benar-benar sebal karena aku harus
mengantri lama untuk periksa di sini. Sebenarnya aku ingin periksa di tempat
lain tapi kenapa aku merasa ada magnet yang menarikku kemari. Aku masuk dan
jantungku semakin berdegup kencang bertemu Yeny.
“
Anda sakit apa mas ? “ tanya Yeny lembut.
“
Saya gelisah, susah tidur, dan sering melamun, yang lebih aneh lagi sekarang
saya gemetar, dan jantung berdegup kencang, itu kenapa ya dok ? “ tanyaku.
Yeny
mulai memeriksaku, dan berkata sepertinya aku sedang jatuh cinta, obatnya cuma
satu sampaikan perasaanku kepada si gadis. Aku mengangguk dan mengajak dia
makan malam. Yeny terkejut, melihatku agak lama lalu mengangguk, dia memberiku
nomor hpnya. Aku menelepon nomor tersebut, lalu dia mengambil hpnya. Aku
berkata itu nomor hpku, dia hanya tersenyum.
Aku
senang sekali karena telah mendapat nomor hpnya. Dia memberikan vitamin untuk
kesehatan dan staminaku, lalu aku pulang ke rumah. Aku senang karena dia tidak
menipuku kali ini. Selesai makan siang, aku duduk dan berpikir tempat yang pas
untuk mengajak Yeny makan malam. Setelah berpikir cukup lama akhirnya aku
menemukan tempat yang pas untuk mengajak dia makan, tempat tersebut bagus dan
suasananya romantis.
Aku
mengambil teleponku dan memesan tempat di restaurant tersebut. Selesai memesan
aku menghubungi Yeny, dan bertanya dimana alamat rumahnya. Dia lalu
memberitahuku alamatnya yaitu di jalan Anggrek no 85, aku memberitahunya akan
menjemput dia jam 7 malam, dia mengatakan iya.
Aku
senang sekali, aku tidak sabar untuk menjemput dia dan mengajaknya untuk makan
malam. Jam 7 malam telah berdentang, aku segera masuk ke dalam mobilku dan
melaju dengan cepat ke jalan Anggrek no 85. Ku berhenti di depan rumah Yeny,
lalu mengetuk pintu rumahnya. Ibunya membukakan pintu dan menyuruhku masuk,
Yeny dipanggil dan aku terkejut karena ternyata Yeny sangat cantik. Dia
mengenakan gaun warna merah, membuat dirinya tampak mempesona dan seksi.
Kami
pamitan untuk makan malam di restaurant yang telah aku pesan. Yeny terkejut
karena restaurant yang akan kami kunjungi adalah restaurant Green House, salah
satu 5 restaurant terkenal di Solo. Kami masuk , makan, dan berbincang banyak
hal. Selesai makan aku mengantarkan Yeny pulang. Ketika dia mau keluar dari
mobil, tiba-tiba dia mencium pipiku, lalu dia bergegas masuk rumahnya dan
,mengucapkan hati-hati di jalan.
Aku
terdiam cukup lama sambil memegang pipiku, aku bergegas pulang. Ketika tidur
aku bermimpi menikah dengan Yeny lalu dia melahirkan anak laki-laki, ketika aku
menggendong anakku dia tiba-tiba menangis. Aku terkejut lalu bangun dari mimpiku,
saat aku melihat sekitar, aku mencari Yeny dan anakku tapi tidak kutemukan. Aku
merasa aneh lalu duduk, sambil mengumpulkan nyawa. Dalam diam aku memikirkan
kejadian tadi, lalu aku sadar bahwa tadi hanya mimpi.
Aku
tersenyum karena aku bertingkah konyol dan aneh. Aku bergegas mandi dan bersiap
untuk berangkat kerja. Ketika aku di kantor, aku mengerjakan pekerjaanku sambil
tersenyum-senyum. Teman-temanku merasa aneh denganku, mereka mendekatiku lalu
menyemburku dengan air. Aku diam lalu memandang temanku, mereka pikir aku
kesurupan makhluk halus. Mereka menyemburku supaya makhluk yang merasukiku
pergi, cara itu mereka dapatkan dari film yang mereka tonton di tv. Aku berkata
kalau aku tidak kesurupan dan jangan menyemburku dengan air lagi. Temanku mengatakan
ok lalu pergi.
Aku
makan di kantin, John mendekati dan menanyakan keadaanku.
“
Heru, kau baik-baik saja kan ? “ tanya John.
“
Iya, kenapa ? “ tanyaku aneh.
“
Begini, banyak teman-teman yang cerita kalau kamu sering melamun lalu tanpa
sebab kamu sering mencium tangan laki-laki dengan paksa dan lebih parahnya lagi
kamu memeluk mereka sambil berusaha mencium mereka “ jawab John agak takut di
dekatku.
Aku
kaget dan menyemburkan makananku lalu batuk kemudian minum teh lalu kembali
tenang.
“
Sebenarnya itu cuma gosip mana mungkin aku seperti itu “ kataku lalu minum teh.
“
Oh begitu...baguslah kalau begitu aku benar-benar khawatir tadi “ kata John
lega.
Aku
cuma mengangguk lalu minum teh dan bergegas pergi. Aku benar-benar idak
menyangka kalau rasa sukaku terhadap Yeny sangat tinggi sampai-sampai aku
melakukan hal konyol itu, yang lebih parahnya lagi John tahu tentang kejadian
itu, untung saja dia percaya kalau tidak seluruh kantor bakal gempar dan
bisa-bisa aku di cap sebagai orang aneh.
Ketika
aku lewat banyak karyawan yang melihatku seperti hantu, ada yang menghindar dan
menatapku cukup lama. Aku merasa ini adalah keadaan gawat darurat sepertinya
aku harus menembak Yeny dengan cepat kalau tidak keadaannya bisa tambah parah.
Aku ingin menembak tapi tidak berani karena aku baru kenal dia beberapa bulan
dan menurutku saatnya tidak tepat.
Aku
dan Yeny sudah cukup dekat, kami sudah nonton bioskop, makan bersama, dan jalan-jalan. Orang tuanya dan aku cukup
dekat, setiap kali aku mau menembak dia pasti ada saja halangannya. Ketika aku
mau menembak dia di restaurant lampunya mati dan tidak jadi, mau menembak dia
di kliniknya aku malah membantu dia merawat pasiennya dan tidak jadi, masih
banyak kejadian lainnya yang membuatku tidak jadi menembak dia.
John
melihatku tampak lesu di kantin kantor dia bertanya ada apa denganku. Aku tidak
mau menjawabnya tapi karena dia memaksa akhirnya aku memberitahu dia bahwa aku
menyukai dokter cantik yang dia rekomendasikan kepadaku saat sakit. John
menatapku heran cukup lama, lalu minum tehku, dan berkata kalau aku suka dia
tembak saja. Aku cerita setiap kali aku mau menembak dia selalu saja gagal. Dia
mendengarkanku dengan seksama lalu dia diam cukup lama dia bertanya apakah aku
serius dengan Yeny, dengan tegas aku jawab iya.
John
diam lalu meninggalkanku dalam kebingungan. Aku kembali ke ruanganku dan mulai
mengerjakan tugas-tugasku yang belum selesai. Waktu menunjukkan pukul 9 malam,
aku istirahat sebentar sambil minum kopiku. Aku menatap komputer cukup lama
lalu menghela nafas, membereskan pekerjaanku. Setelah selesai aku matikan
komputerku lalu pulang ke rumah.
Aku
membuka pintu rumahku, mengganti baju, membuka kulkas mengambil minuman dingin,
lalu meminumnya di meja. Aku merasa Yeny membayangi hidupku, tapi setiap kali
aku mau menembaknya selalu saja gagal. Aku sudah putus asa, mungkin sebaiknya
aku berteman dengan dia. Cukup lama aku mempertimbangkannya, jam 1 pagi aku
putuskan untuk berteman dengan dia saja karena aku sudah capek selalu saja
gagal ingin menembaknya.
Pagi
hari aku merasa malas kerja mungkin karena aku memutuskan hal yang di luar
hatiku yaitu merelakan cintaku pergi. Aku datang ke kantor tanpa gairah, jam
istirahat datang John menemuiku di kantin.
“Hai
Heru, kenapa kamu hari ini terlihat lesu dan tidak bersemangat sama sekali ? “
tanya John penasaran.
Aku
cerita tentang keputusanku, John diam seperti berpikir kemudian tersenyum.
“
Baguslah kalau begitu, sebenarnya Yeny itu temanku, aku khawatir bila kau
merebutnya dariku, aku sudah suka dia dari dulu “ kata John.
“
Oh begitu, baguslah kalau begitu tembak saja dia “ kataku.
“
...bagaimana kalau kita berdua taruhan ? Siapa yang gagal mendapatkan Yeny dia
harus mentraktir bakso Bang Somad selama 3 bulan, bagaimana kau mau ? “ tanya
John penuh percaya diri.
“
Aku tidak tertarik “ jawabku malas.
“
...ternyata kau itu hanya seorang pengecut ya, kau tahu Yeny itu seksi dan
cantik lalu dia terlihat seperti buah mangga yang manis, kau tahu mangga yang
manis “ kata John sambil mengejekku.
“
Apa katamu ? jaga bicaramu, dia itu perempuan terhormat “ jawaku mulai kesal.
“
Bagiku dia itu hanya mangga yang manis, seharusnya kau terima pertaruhan ini
kalau kau bersedia dia akan jadi milikmu kalo tidak kau tahu bukan apa yang
akan terjadi “ kata John sambil tersenyum licik.
“
Brengsek kau John, aku terima, tidak akan ku biarkan kau menang “ kataku marah.
“
Baiklah, pastikan kau menang “ kata John lalu pergi.
Aku kembali ke ruanganku dengan perasaan
kesal, pikiranku kalut dan marah., yang ada di pikiranku adalah tidak akan membiarkan
John mendapatkan Yeny. Aku sms Yeny untuk mengajak dia makan sepulang dari
kantor di rumah makan Padang langgananku, 15 menit kemudian dia membalas smsku
dengan jawaban iya.
Sepulang
dari kantor aku menjemput Yeny di kliniknya, lalu kami pergi makan di rumah
makan Padang di daerah Bintara. Tempat ini adalah tempat yang sering aku
kunjungi karena makanannya enak, meskipun harganya terbilang mahal tapi
menurutku sepadan dengan kualitas dan rasanya.
Ketika
makan kami membicarakan banyak hal, selesai makan aku mengajak dia untuk pergi
ke alun-alun, awalnya dia menolak tapi karena aku sedikit memaksa dia akhirnya
mau. Kami berangkat ke alun-alun kota, di sana kami membeli makanan kecil,
beberapa souvenir, dan berfoto ria.
Waktu
sudah menunjukkan malam hari, aku mengantar dia pulang. Selesai mengantar dia
pulang aku segera kembali ke rumahku. Aku membuka laporanku dan mengerjakan
beberapa tugasku yang belum selesai.
Aku dan John mendekati Yeny dengan berbagai
cara, dari mengajak jalan, memberi dia pakaian, memasak makanan, berbagai
tantangan aku dan John lakukan untuk memenangkan hati Yeny. Aku selalu menang
dibandingkan John, itu membuatku senang, lalu di depan John aku menembak Yeny.
Beberapa
saat Yeny diam lalu mengangguk setuju, John bertepuk tangan dan mengucapkan
selalamat karena aku telah jadian dengan Yeny. Aku bingung lalu John
menjelaskan padaku bahwa Yeny dan dia itu saudara sepupu. Dia berpura-pura dan
menjalin kerjasama bersama Yeny supaya aku berani menembaknya. Dia berkata
bahwa sebenarnya Yeny menyukaiku tapi dia menunggu aku menembaknya.
Awalnya
Yeny menolak tapi akhirnya setuju karena John memaksanya. Aku diam lalu
mengucapkan terima kasih karena dia telah membantuku.
“
Terima kasih John, oh iya jangan lupa tentang taruhan kita ya “ kataku sambil tersenyum.
“
Taruhan apa ? Kak John bisa kau jelaskan tentang itu ? kok aku tidak tahu “
kata Yeny mulai kesal.
“
Apa ?...ti...tidak ada taruhan apa-apa kok “ kata John mulai gugup.
“
Apa ? kamu lupa ? bukankah kalau kita kalah maka dia harus menuruti yang menang
selama 3 bulan “ kataku tersenyum sinis.
“
Kak John...apa maksudnya itu ? “ tanya Yeny kesal.
“
Itu...itu...Heru...kau...kau...ha...ha...maaf aku ada urusan “ kata John
menghindar dariku dan Yeny.
“
KAK JOHNNNNNNNNNN !!! “ teriak Yeny lalu
menjewer telinga John sambil betanya apa maksudku lalu dia menjelaskan
semuanya, aku senang karena berhasil membalas perbuatan John.
Aku
dan Yeny akhirnya pacaran, kami menghabiskan waktu bersama. 1 tahun kemudian
aku dan Yeny menikah. Yeny tetap melanjutkan kliniknya sedangkan aku membuka
usaha perusahaan konstruksi bangunan. Kami dikarunai satu putra yang kami beri
nama Sigit Widiyanto. (Cerpen, karya : Syaiful Anwar)