CERPEN FIKSI
PERTARUNGAN
2 DUNIA
Bumi
terbagi menjadi 2 dunia yaitu dunia atas dan dunia bawah, dunia atas dihuni
oleh manusia dan dunia bawah dihuni oleh para monster. Dunia bawah dipimpin
oleh para Vampir, mereka mendirikan kerajaan dengan kekuatan yang menakjubkan.
Kerajaan Vampir dibagi menjadi 12 belas wilayah yang dipimpin para bangsawan
dan sebutan mereka adalah Count, setiap bangsawan dibagi menjadi beberapa
kelas. Berkat kemajuan kemampuan para vampir yang luar biasa, membuat mereka
bisa menembus dunia atas.
Para
Vampir mulai menjajah para manusia, karena kekuatan manusia yang terbatas
membuat mereka dengan mudah takluk dengan para Vampir.
Seiring
berjalannya waktu dunia atas telah dikuasai oleh para Vampir, banyak kejahatan
yang terjadi, keadaan dunia atas yang hijau, damai, dan sejahtera telah
menghilang di telan oleh waktu. Banyak manusia yang memilih menjadi budak para
vampir, tapi ada beberapa yang memilih melawan para Vampir. Mereka yang melawan
tinggal di tempat-tempat yang tersembunyi. Mereka yang melawan adalah para
pembasmi Vampir, tujuan mereka adalah untuk membunuh Vampir dan mengembalikan
kedamaian di bumi.
Malam
itu bulan purnama, para pembasmi menyerang kastil Vampir Count XII Sir Emanuel.
Pertempuran sengit terjadi di dalam kastil. Kekuatan Vampir yang hebat tidak
melunturkan semangat para pembasmi. Keluarga, bawahan, dan para penghuni istana
di hancurkan oleh para pembasmi. Berkat kegigihan dan semangat yang luar biasa
akhirnya para Vampir dapat dimusnahkan.
Saat
mau kembali ke tempat persembunyian mereka, para pembasmi menemukan seorang
pemuda yang terluka parah di pinggir sungai dekat Kastil Count XII. Melihat
pemuda itu yang terluka parah akhirnya para pembasmi membawa dia ke markas
mereka. Dalam perjalanan pulang mereka bernyanyi dan bersorak-sorak karena
berhasil memnghancurkan salah satu bangsawan Vampir. Markas mereka berada di
puncak gunung Himalaya, mereka segera masuk dan membawa pemuda tersebut ke
dalam salah satu ruangan.
3
hari kemudian...
Pemuda
tersebut bangun dan dia terkejut karena yang pertama kali dia lihat adalah
seorang gadis manis.
“
Halo, namaku Sisy , kalau kamu “ kata
Sisy memperkenalkan diri.
“
Aku Lu...Lucky, aku dimana ? “ kata Lucky melihat sekitar.
“
Kamu ada di tempat persembunyian para pembasmi, dan aku adalah perawat di sini
“ jawab Sisy sambil tersenyum.
“
Apa ?...bagaimana aku bisa ada di sini ? “ tanya Lucky yang heran dan bingung.
“
Hmmm... kamu ditemukan oleh kakakku pingsan di pinggir sungai dekat Kastil
Count XII, kata kakak dia melihatmu terluka parah jadi dia membawamu kesini “
jawab Sisy.
“ Oh begitu, aku sudah berapa
lama pingsan ? “ tanya Lucky.
“ Sekitar 3 hari, tapi aku
terkejut karena lukamu telah sembuh dengan cepat, meskipun begitu kamu masih
harus istirahat dulu sekitar 1 minggu supaya kondisimu benar-benar fit 100 %”
jawab Sisy.
“ Oh begitu, baiklah “ kata
Lucky lalu dia tidur.
Setelah bangun, dia melihat Sisy
tertidur disampingnya. Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu keluar dar kamanya
dan melihat sebuah ruangan yang mempunyai banyak tempat, seperti tempat makan,
tempat tidur, dapur, aula dsb. Ketika dia melihat sekitar dengan takjub dan
heran ada yang memanggilnya.
“ Kau sudah sadar “ sapa orang
tersebut.
“ Kau ??? “ tanya Lucky dan ada
bayangan sekilas yang melintas di pikirannya.
“ Namaku Ronald, aku adalah
kakak Sisy dan orang yang menyelamatkanmu saat pingsan “ jawab Ronald.
“ Oh jadi kau yang
menyelamatkanku, aku ucapkan terima kasih “ kata Lucky.
“ Baik, bisa kau ikut denganku
ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu “ kata Ronald lalu mengajak Lucky
ke ruangannya.
Mereka berdua cukup lama
memperbincangkan sesuatu. Keduanya keluar dari ruangan Ronald, mereka berdua
membicarakan banyak hal sambil berkeliling ruangan. Ronald lalu mengajak Lucky
ke tempat dia dirawat dan mengatakan bahwa tempat tersebut akan menjadi
kamarnya mulai sekarang. Lucky hanya diam seribu bahasa dan dia mengatakan akan
mempertimbangkan tawaran dari Ronald. Lucky terus mengurung dirinya di dalam
kamar, dia masih mempertimbangkan tawaran dari Ronald. Ada yang mengetuk pintu
kamarnya lalu dia membuka pintunya. Dia terkejut karena Sisy mengetuk pintu
kamarnya.
Dia mempersilahkan Sisy untuk
masuk, saat masuk mereka diam tidak membicarakan apapun. Kemudian Sisy
bercerita bahwa dulunya dia bisa merasakan kedamaian dan ketenangan di bumi,
tapi ketika para Vampir masuk ke dunia manusia dia tidak bisa merasakan
kedamaian itu. Sisy merasa aneh dengan para Vampir yang ditemui karena mereka
kebal terhadap sinar matahari, tidak menghisap darah manusia, dan makanan yang
mereka makan sama seperti manusia. Hanya peralatan dari perak yang dapat
membunuh mereka.
Lucky memberitahu bahwa para
Vampir sebenarnya sama seperti manusia tapi yang membedakan adalah mereka lemah
terhadap sinar matahari dan penghisap darah. Ada sihir kuno yang membuat para
Vampir seperti manusia sehingga membuat mereka kebal dari sinar matahari dan
makan seperti manusia. Sayangnya mereka malah lemah dari serangan yang terbuat
dari perak. Dia tidak bisa menjelaskan mengapa mereka lemah terhadap perak.
Mereka sebenarnya datang dari dunia bawah. Mereka menjajah dunia manusia karena
ingin menjadi penguasa dunia. Para Vampir hanya bisa dilawan oleh bangsa
serigala, di dunia bawah pertarungan Vampir dan bangsa serigala tidak akan
pernah berakhir.
Pemakaian sihir ini sebenarnya
dilarang oleh para Vampir, ada yang pro dan ada yang kontra. Penggagas pemakai
sihir ini adalah Count I Sir Nicholas, dia mengatakan bahwa bila kita memakai
sihir ini maka kita akan bisa menguasai dunia atas dan dunia bawah, bangsa
serigala pun akan tunduk dan patuh terhadap kita para Vampir. Banyak yang
menentang sehingga 12 Count terpecah dua kubu, ada yang tetap di dunia bawah
dan ada yang ke dunia atas.
Count yang di dunia bawah tetap
bertarung dengan bangsa serigala sedangkan yang di dunia atas menjajah manusia.
Meskipun para Vampir sudah seperti manusia, tapi mereka tetap bertaring dan
mata mereka berwarna merah. Sisy heran
mengapa Lucky mengetahui hal tersebut dia bertanya darimana Lucky mengetahui
hal tersebut, mendengar pertanyaan dari Sisy hanya ketenanagan yang bisa
dijawab oleh Lucky. Dia menatap Sisy dan menjawab bahwa dia akan menjelaskan
kepada Sisy suatu saat nanti, dia meminta Sisy untuk meninggalkan dia sendiri.
Mata Sisy sedih dan khawatir dengan keadaan Lucky kemudian dia meninggalkannya.
Lucky melihat cermin dan dia menggumamkan sesuatu.
Pagi hari dia menemui Ronald di
ruangannya untuk memberikan jawaban. Mendengar jawaban dari Lucky dia hanya
tersenyum dan mengatakan bahwa dia senang karena Lucky bersedia membantunya.
Ronald mengajak Lucky keluar dengan suara lantang Ronald mengumumkan bahwa
Lucky adalah bagian dari para pemburu dan dia akan membantu untuk memusnahkan
bangsa Vampir yang menjajah dunia manusia. Para manusia di tempat tersebut
dengan gembira meneriakkan nama Lucky berkali-kali.
Lucky kembali ke kamarnya dan
ketika dia membuka pintu dia melihat Sisy di ruangan tersebut sambil membawa
bunga Anggrek Bulan berwarna ungu, dia mendekati Lucky dan memberikan bunga
tersebut dengan mengatakan bahwa ibunya dulu berkata bahwa bunga tersebut dapat
melindungi seseorang jadi dia memberikan bunga tersebut supaya Lucky selalu
selamat dan tetap hidup. Mendengar itu Lucky hanya diam seribu bahasa dan dia
tersenyum lalu mengatakan bahwa dia akan selalu membawa bunga tersebut supaya
nyawanya selalu selamat.
Sisy senang dan keluar dari
kamarnya, Lucky menunduk dan duduk di kursi. Malam itu dia terus bergumam
sampai pagi.
Pagi jam 6 Ronald ke kamar
Lucky, dia melihat Lucky duduk di kursinya sambil memejamkan mata. Ronald
mendekat dan memegang pundaknya, Lucky kaget dan membuka matanya, Ronald
mengatakan sesuatu dan Lucky mendengarkannya, dia diam beberapa saat dan
mengangguk perlahan. Mereka berdua pergi ke ruangan Ronald untuk membahas
strategi mengalahkan para Vampir. Saat masuk ke ruangan tersebut Lucky melihat
beberapa orang, Ronald mengatakan bahwa mereka semua adalah orang-orang inti
dalam membasmi Vampir, di ruangan itu ada Brian Ahli strategi, Victor bagian
mempersiapkan senjata, Vero mempersiapkan makanan para penduduk dan bekal
makanan untuk para pemburu, Takeshi bagian informasi, Sisy kepala tim medis dan
obat-obatan, Yuji ahli bertarung jarak dekat, Sun ahli listrik dan lampu,
Nakajima ahli menggunakan senjata mesin, dan Gun bagian menyiapkan kendaraan.
Mereka membahas menghancurkan
setiap kastil kerajaan para Count, berkat informasi dari Lucky mereka
mengetahui kekuatan dan kelemahan para Count, dengan sigap mereka mempersiapkan
segalanya dan berangkat untuk menghancurkan para Count. Setiap Count dari
urutan ke XI sampai ke II telah mereka hancurkan dengan cepat, semua ini berkat
informasi dari Lucky.
Para pemburu lalu pulang untuk
merayakan kemenangan mereka karena dengan cepat berhasil melumpuhkan para Count
dan menyisakan satu Count lagi. Saat pulang mereka disambut dengan pesta besar
yang luar biasa, ada banyak makanan, tarian, nyanyian, dan hiburan lainnya.
Yuji bercerita hebatnya Lucky membunuh para Vampir dengan cepat, gerakannya
lincah, kuat, dan tepat membuat para Vampir ketakutan. Victor memberitahu bahwa
Lucky seperti Vampir karena dia ahli bertarung dan auranya membuat bulu kuduk
merinding. Para warga hanya bisa mendengarkan dengan seksama dan tersihir
dengan cerita Victor dan Yuji.
Lucky di kamarnya mengurung diri
dan bergumam sesuatu, pintu kamarnya diketuk dan dia membuka pintunya. Ternyata
itu adalah Sisy, dia bertanya bolehkah dia masuk dan Lucky mempersilahkannya.
Sisy bertanya mengapa dia tidak ikut pesta, jawaban Lucky adalah senyumannya
yang khas. Sisy cemberut dan tidak mengerti mengapa Lucky jarang bicara dan
hanya tersenyum. Dia meminta izin untuk ikut pesta dan Lucky mempersilahkannya.
Saat Sisy keluar dari kamarnya dia hanya bisa berkata dengan lirih aku minta maaf.
Malamnya saat pesta usai para
Vampir menyerang kediaman para pemburu, banyak manusia yang berteriak minta
tolong. Para pemburu segera menyerang balik, Lucky keluar dari kamarnya dan
membantu mereka menyingkirkan para Vampir. Melihat Sisy mau di bunuh Vampir,
Lucky marah dan berubah menjadi Vampir lalu dia balas menyerang para Vampir.
Manusia yang ada di tempat
tersebut terkejut dan kaget terutama Sisy yang melihat Lucky ternyata adalah
Vampir, dengan bantuan Lucky dan para pemburu akhirnya para Vampir dapat
dikalahkan. Ketika para Vampir sudah mati semua, para manusia setuju supaya
Lucky dibunuh setelah itu baru mereka meninggalkan tempat tersebut tapi Ronald
meminta mereka untuk tenang dan membiarkan Lucky membantu mereka karena menurut
dia Lucky adalah Vampir yang baik, terjadi pro dan kontra, karena banyak yang
kontra akhirnya dengan cepat diputuskan bahwa Lucky harus di bunuh.
Ketika Lucky mau di bunuh ada
awan hitam yang mengelilingi tempat tersebut, salah satu awan menangkap Lucky
dan memasungnya di dinding. Banyak yang berteriak dan histeris lalu awan itu
membentuk pusaran hitam dan muncullah Count I Sir Nicholas. Para pemburu
menyerang Nicholas tapi tidak ada yang bisa menghabisinya, dengan kekuatannya
dia menangkap Sisy. Melihat Sisy ditangkap Lucky berteriak dan menyerang
Nicholas lalu menyelamatkan Sisy.
Lucky menggendong Sisy dan
meletakkannya di depan Ronald lalu berkata akan mengusir Nicholas dan bangsa
Vampir dari dunia atas untuk selamanya. Dia mendekati Nicholas dan mengajaknya
bertarung dalam Dark Of The Flame.
“ Sir Nicholas, saya meminta
anda untuk mengajak para saudara pergi dari sini “ pinta Lucky.
“ Aku tidak akan pernah
melakukannya, pangeran Vampir Sir Lucas anak dari Count XII Sir Emanuel “ kata
Sir Nicholas.
“ Kalau begitu aku menantangmu
dalam bertarung di arena Dark Of The Flame “ kata Sir Lucas.
“ Baik aku terima tantanganmu “
kata Sir Nicholas.
“ Ayah, jangan kamu terima
tantangannya, bukankah ayah tahu kalau Lucas salah satu 10 petarung terbaik di
dunia bawah, bisa-bisa ayah kalah dan mati “ kata Sir Draco anak dari Count I
Sir Nicholas.
“ Ayah tidak akan pernah mati
sebelum tujuan ayah tercapai, benarkan Draco ? “ tanya Sir Nicholas dingin.
“ I...iya ayah “ jawab Sir Draco
ketakutan.
“ Lucas kau tahu peraturannya bukan
? Dalam pertarungan ini 2 lawan 2, sedangkan kau hanya seorang diri, Draco
jadilah pendamping ayah “ pinta Sir Nicholas.
“ Baik ayah “ kata Sir Draco
lalu berdiri di sampingnya.
“ Iya aku tahu, kenapa ? “ tanya
Sir Lucas dengan dingin.
“ Jadi 2 lawan satu ya, ternyata
kau ini benar-benar cari mati “ jawab Sir Nicholas tidak percaya.
“ Aku tidak perduli, meskipun
harus mati yang penting kau harus mati “ kata Sir Lucas marah.
“ Siapa bilang 2 lawan 1 tapi 2 lawan 2 “ kata
Armodes panglima Sir Nicholas yang berdiri di samping Sir Nicholas.
“ Kenapa kamu membantuku ? “
tanya Sir Lucas curiga.
“ Aku melakukannya karena aku
benci sesuatu yang tidak terhormat, sudahlah diam dan akan aku bantu kau hanya
untuk kali ini pangeran Lucas “ jawab Armodes.
“ ...baiklah terserah kau “ kata
Sir Lucas.
“ Hahahaha...kalian kira dapat
mengalahkan aku, benar-benar lucu “ tawa Sir Nicholas.
“ Jangan tertawa kau, kalau aku
yang menang bangsa vampir kembali ke dunia bawah, tidak mengusik dunia atas
lagi, dan batalkan sihir kuno ini, lama-lama aku muak hidup seperti ini dan
bila aku yang kalah, aku akan menjadi budakmu selamanya, setuju ? “ tanya Sir
Lucas menatap tajam.
“ Setuju “ jawab Sir Nicholas.
“ Apa !!! tapi ayah ? “ tanya
Sir Draco terkejut.
“ Tenang saja Draco, kita akan
menang “ jawab Sir Nicholas menatap anaknya dengan tatapan dingin dan dipenuhi
nafsu membunuh, melihat mata ayahnya yang kejam Sir Draco hanya bisa mengangguk
pelan dan keningnya dipenuhi keringat ini baru pertama kali dia rasakan ayahnya
benar-benar serius.
“ Dark Flame Active “ teriak
empat vampir itu bersamaan.
Ketika kata-kata itu diucapkan
muncullah tengkorak berjubah hitam, dia adalah wasit dari arena tersebut
namanya adalah Phantom. Dia membacakan peraturannya bahwa siapapun yang menang
maka permintaannya akan terkabul dan yang kalah akan mati terbakar api hitam
yang panas dari neraka, ke 4 vampir itu setuju dengan peraturan yang
diberlakukan lalu arena pertarungan di mulai.
Dark
Of The Flame adalah pertarungan terlarang di dunia bawah, yang bisa mengikuti
pertarungan ini hanya golongan bangsawan dari dunia bawah bila pertarungan ini
dilakukan selain golongan bangsawan dari dunia bawah maka petarung tersebut
akan hangus terbakar oleh api hitam. Wasit pertandingan akan menanyakan taruhan
yang dinyatakan oleh para petarung, bila menang maka taruhan sang pemenang akan
dikabulkan tapi bila kalah maka taruhan petarung yang kalah akan dinyatakan
hangus dan yang kalah akan mati. Arena ini diwajibkan untuk diikuti oleh 2
orang yaitu 2 petarung A dan 2 petarung B, tapi bisa berubah bila wasit
menyetujui ada perubahan, kalau peraturan diubah biasanya ada hal yang harus
dikorbankan misalnya saja kehilangan penglihatan atau yang lain tergantung
wasit pertandingan apa yang harus dikorbankan.
Pertarungan ini di laksanakan
dalam 2 babak, bila 2 babak menang maka dinyatakan menang, bila babak pertama
menang lalu babak kedua kalah maka diadakan babak sudden death siapapun yang
menang dalam babak sudden death maka dialah pemenangnya. Setiap petarung di
lengan kanannya di beri tato api berwarna hitam siapapun yang kalah maka akan
mati dibakar oleh api hitam yang ada di tato lengan kanannya.
Pertarungan pertama antara Sir
Lucas melawan Sir Draco, mereka berdua memulai pertarungan dengan kekuatan
penuh. Kedua pangeran ini ahli dalam menggunakan pedang dan beladiri, tapi
karena kemampuan Sir Lucas yang diakui di dunia bawah sebagai 10 petraung
tebaik membuatnya menang.
Pertarungan kedua antara Sir
Nicholas dengan Armodes terjadi dengan seru, kemampuan Sir Nicholas yang
terkenal dan luar biasa tidak mematahkan semangat sang jenderal Armodes untuk
tumbang. Pertarungannya berjalan lama dan bisa dilihat bahwa kedua makhluk
tersebut seperti monster karena bertarung dengan gagah dan hebat. Pertarugan
yang sengit akhirnya dimenangkan oleh Sir Nicholas.
Phantom menyatakan akan diadakan
babak Suden Death, karena keduanya seri dan yang akan maju adalah Sir Lucas dan
Sir Niholas. Babak terakhir ini adalah penentuan siapapun yang kalah akan mati.
Kedua petarung disembuhkan oleh wasit pertandingan, kedua petarung sekarang
dalam kondisi yang baik dan fit 100 %.
Keduanya memulai pertarungan
dengan tidak imbang karena Sir Nicholas lebih kuat dan hebat, meskipun beda
kekuatan yang sangat jauh bagaikan bumi dan langit, semangat juang dari Sir
Lucas membuat dia bisa bertahan. Setiap serangan yang diterima Sir Lucas
membuat dia semakin lemah dan tidak berdaya. Keinginan Sir Lucas untuk menang
membuat Sir Nicholas bimbang dan ragu karena mata dari Sir Lucas dipenuhi
keyakinan teguh bagaikan tembok baja yang tidak akan runtuh.
Berkat kegigihan dan
keyakinannya membuat keajaiban terjadi, Sir Nicholas akhirnya kalah dengan
telak. Para penonton yang melihat tekejut dan terpana, gemuruh teriakan dari
para manusia bergema membuat para Vampir bertepuk tangan melihat kegigihan Sir Lucas
yang akhirnya memenangkan pertandingan tersebut. Phantom menyatakan bahwa Sir
Lucas menang dan permintaannya dikabulkan sedangkan Sir Nicholas dan Sir Draco
mati dibakar api hitam.
Ketika para Vampir hendak
kembali ke dunia bawah, Sir Lucas meminta maaf kepada Sisy, tapi dia malah
ditampar dengan keras dan menerima permintaan maaf dari Sisy, meskipun Sir
Lucas telah membohonginya dia meminta Sir Lucas untuk tinggal di dunia atas,
tapi dengan berat hati Sir Lucas menolaknya dengan halus mendengar itu Sisy
hanya bisa menangis dan memeluk erat Sir Lucas.
Saat mau kembali tiba-tiba
Ronald memukul Sir Lucas dan mengatakan kembalilah ke dunia atas untuk
membalasku, dia hanya tersenyum dan mengatakan akan kembali lagi ke dunia atas
untuk membalas pukulan Ronald setelah urusannya sudah selesai. Sisy berteriak
dengan lantang kalo dia akan selalu menunggu Lucas untuk kembali ke dunia atas
meskipun dalam waktu yang lama, Sir Lucas hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum
mendengar itu.
Para Vampir beserta Sir Lucas
telah kembali ke dunia bawah dan mereka semua telah kembali menjadi Vampir sama
seperti dulu. Saat kembali tiba-tiba Sir Lucas jatuh dan Armodes menangkapnya.
“ Lucas kau tidak apa-apa ? “
tanya Armodes khawatir.
“ Sepertinya tubuhku tidak kuat
lagi “ kata Sir Lucas menahan sakit.
“ Panggilkan tabib istana “
pinta Arrmodes.
“ Jangan...biarkan aku
beristirahat dengan tenang...aku ingin menemui keluargaku...di alam sana...dan...tolong
ke dunia atas...sampaikan permintaan maafku...kepada Ronald...terutama
Sisy...katakan kepada...dia...bahwa aku..aku...mencintai dia...kumohon...setelah
semuanya selesai...urusan...di sini...maukah...kamu berjanji...kepadaku ? “
tanya Sir Lucas yang mulai melemah.
“ Ya aku berjanji kepadamu Sir
Lucas “ jawab Armodes.
“ Terima
kasih...Ar...mo...des... “ kata Sir Lucas yang menutup matanya untuk selamanya.
Armodes hanya diam melihat Sir
Lucas meninggal dan hilang di telan udara, dia bangkit dan segera menyelesaikan
urusan di dunia bawah setelah kelar dia akan ke dunia atas untuk menemui Ronald
dan Sisy.
Dunia atas telah kembali damai,
Ronald dan Sisy tinggal di gunung. Ketika Sisy keluar ke pekarangan rumahnya
dia duduk sambil memandang langit dan tersenyum sambil menunggu Lucas datang ke
dunia atas.