Senin, 09 Maret 2015

CERPEN FIKSI

PERTARUNGAN 2 DUNIA

                Bumi terbagi menjadi 2 dunia yaitu dunia atas dan dunia bawah, dunia atas dihuni oleh manusia dan dunia bawah dihuni oleh para monster. Dunia bawah dipimpin oleh para Vampir, mereka mendirikan kerajaan dengan kekuatan yang menakjubkan. Kerajaan Vampir dibagi menjadi 12 belas wilayah yang dipimpin para bangsawan dan sebutan mereka adalah Count, setiap bangsawan dibagi menjadi beberapa kelas. Berkat kemajuan kemampuan para vampir yang luar biasa, membuat mereka bisa menembus dunia atas.
                Para Vampir mulai menjajah para manusia, karena kekuatan manusia yang terbatas membuat mereka dengan mudah takluk dengan para Vampir.
                Seiring berjalannya waktu dunia atas telah dikuasai oleh para Vampir, banyak kejahatan yang terjadi, keadaan dunia atas yang hijau, damai, dan sejahtera telah menghilang di telan oleh waktu. Banyak manusia yang memilih menjadi budak para vampir, tapi ada beberapa yang memilih melawan para Vampir. Mereka yang melawan tinggal di tempat-tempat yang tersembunyi. Mereka yang melawan adalah para pembasmi Vampir, tujuan mereka adalah untuk membunuh Vampir dan mengembalikan kedamaian di bumi.
                Malam itu bulan purnama, para pembasmi menyerang kastil Vampir Count XII Sir Emanuel. Pertempuran sengit terjadi di dalam kastil. Kekuatan Vampir yang hebat tidak melunturkan semangat para pembasmi. Keluarga, bawahan, dan para penghuni istana di hancurkan oleh para pembasmi. Berkat kegigihan dan semangat yang luar biasa akhirnya para Vampir dapat dimusnahkan.
                Saat mau kembali ke tempat persembunyian mereka, para pembasmi menemukan seorang pemuda yang terluka parah di pinggir sungai dekat Kastil Count XII. Melihat pemuda itu yang terluka parah akhirnya para pembasmi membawa dia ke markas mereka. Dalam perjalanan pulang mereka bernyanyi dan bersorak-sorak karena berhasil memnghancurkan salah satu bangsawan Vampir. Markas mereka berada di puncak gunung Himalaya, mereka segera masuk dan membawa pemuda tersebut ke dalam salah satu ruangan.
                3 hari kemudian...
                Pemuda tersebut bangun dan dia terkejut karena yang pertama kali dia lihat adalah seorang gadis manis.
                “ Halo, namaku Sisy , kalau kamu “   kata Sisy memperkenalkan diri.
                “ Aku Lu...Lucky, aku dimana ? “ kata Lucky melihat sekitar.
                “ Kamu ada di tempat persembunyian para pembasmi, dan aku adalah perawat di sini “ jawab Sisy sambil tersenyum.
                “ Apa ?...bagaimana aku bisa ada di sini ? “ tanya Lucky yang heran dan bingung.
                “ Hmmm... kamu ditemukan oleh kakakku pingsan di pinggir sungai dekat Kastil Count XII, kata kakak dia melihatmu terluka parah jadi dia membawamu kesini “ jawab Sisy.
                “ Oh begitu, aku sudah berapa lama pingsan ? “ tanya Lucky.
                “ Sekitar 3 hari, tapi aku terkejut karena lukamu telah sembuh dengan cepat, meskipun begitu kamu masih harus istirahat dulu sekitar 1 minggu supaya kondisimu benar-benar fit 100 %” jawab Sisy.
                “ Oh begitu, baiklah “ kata Lucky lalu dia tidur.
                Setelah bangun, dia melihat Sisy tertidur disampingnya. Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu keluar dar kamanya dan melihat sebuah ruangan yang mempunyai banyak tempat, seperti tempat makan, tempat tidur, dapur, aula dsb. Ketika dia melihat sekitar dengan takjub dan heran ada yang memanggilnya.
                “ Kau sudah sadar “ sapa orang tersebut.
                “ Kau ??? “ tanya Lucky dan ada bayangan sekilas yang melintas di pikirannya.
                “ Namaku Ronald, aku adalah kakak Sisy dan orang yang menyelamatkanmu saat pingsan “ jawab Ronald.
                “ Oh jadi kau yang menyelamatkanku, aku ucapkan terima kasih “ kata Lucky.
                “ Baik, bisa kau ikut denganku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu “ kata Ronald lalu mengajak Lucky ke ruangannya.
                Mereka berdua cukup lama memperbincangkan sesuatu. Keduanya keluar dari ruangan Ronald, mereka berdua membicarakan banyak hal sambil berkeliling ruangan. Ronald lalu mengajak Lucky ke tempat dia dirawat dan mengatakan bahwa tempat tersebut akan menjadi kamarnya mulai sekarang. Lucky hanya diam seribu bahasa dan dia mengatakan akan mempertimbangkan tawaran dari Ronald. Lucky terus mengurung dirinya di dalam kamar, dia masih mempertimbangkan tawaran dari Ronald. Ada yang mengetuk pintu kamarnya lalu dia membuka pintunya. Dia terkejut karena Sisy mengetuk pintu kamarnya.
                Dia mempersilahkan Sisy untuk masuk, saat masuk mereka diam tidak membicarakan apapun. Kemudian Sisy bercerita bahwa dulunya dia bisa merasakan kedamaian dan ketenangan di bumi, tapi ketika para Vampir masuk ke dunia manusia dia tidak bisa merasakan kedamaian itu. Sisy merasa aneh dengan para Vampir yang ditemui karena mereka kebal terhadap sinar matahari, tidak menghisap darah manusia, dan makanan yang mereka makan sama seperti manusia. Hanya peralatan dari perak yang dapat membunuh mereka.
                Lucky memberitahu bahwa para Vampir sebenarnya sama seperti manusia tapi yang membedakan adalah mereka lemah terhadap sinar matahari dan penghisap darah. Ada sihir kuno yang membuat para Vampir seperti manusia sehingga membuat mereka kebal dari sinar matahari dan makan seperti manusia. Sayangnya mereka malah lemah dari serangan yang terbuat dari perak. Dia tidak bisa menjelaskan mengapa mereka lemah terhadap perak. Mereka sebenarnya datang dari dunia bawah. Mereka menjajah dunia manusia karena ingin menjadi penguasa dunia. Para Vampir hanya bisa dilawan oleh bangsa serigala, di dunia bawah pertarungan Vampir dan bangsa serigala tidak akan pernah berakhir.
                Pemakaian sihir ini sebenarnya dilarang oleh para Vampir, ada yang pro dan ada yang kontra. Penggagas pemakai sihir ini adalah Count I Sir Nicholas, dia mengatakan bahwa bila kita memakai sihir ini maka kita akan bisa menguasai dunia atas dan dunia bawah, bangsa serigala pun akan tunduk dan patuh terhadap kita para Vampir. Banyak yang menentang sehingga 12 Count terpecah dua kubu, ada yang tetap di dunia bawah dan ada yang ke dunia atas.
                Count yang di dunia bawah tetap bertarung dengan bangsa serigala sedangkan yang di dunia atas menjajah manusia. Meskipun para Vampir sudah seperti manusia, tapi mereka tetap bertaring dan mata mereka berwarna merah.  Sisy heran mengapa Lucky mengetahui hal tersebut dia bertanya darimana Lucky mengetahui hal tersebut, mendengar pertanyaan dari Sisy hanya ketenanagan yang bisa dijawab oleh Lucky. Dia menatap Sisy dan menjawab bahwa dia akan menjelaskan kepada Sisy suatu saat nanti, dia meminta Sisy untuk meninggalkan dia sendiri. Mata Sisy sedih dan khawatir dengan keadaan Lucky kemudian dia meninggalkannya. Lucky melihat cermin dan dia menggumamkan sesuatu.
                Pagi hari dia menemui Ronald di ruangannya untuk memberikan jawaban. Mendengar jawaban dari Lucky dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia senang karena Lucky bersedia membantunya. Ronald mengajak Lucky keluar dengan suara lantang Ronald mengumumkan bahwa Lucky adalah bagian dari para pemburu dan dia akan membantu untuk memusnahkan bangsa Vampir yang menjajah dunia manusia. Para manusia di tempat tersebut dengan gembira meneriakkan nama Lucky berkali-kali.
                Lucky kembali ke kamarnya dan ketika dia membuka pintu dia melihat Sisy di ruangan tersebut sambil membawa bunga Anggrek Bulan berwarna ungu, dia mendekati Lucky dan memberikan bunga tersebut dengan mengatakan bahwa ibunya dulu berkata bahwa bunga tersebut dapat melindungi seseorang jadi dia memberikan bunga tersebut supaya Lucky selalu selamat dan tetap hidup. Mendengar itu Lucky hanya diam seribu bahasa dan dia tersenyum lalu mengatakan bahwa dia akan selalu membawa bunga tersebut supaya nyawanya selalu selamat.
                Sisy senang dan keluar dari kamarnya, Lucky menunduk dan duduk di kursi. Malam itu dia terus bergumam sampai pagi.
                Pagi jam 6 Ronald ke kamar Lucky, dia melihat Lucky duduk di kursinya sambil memejamkan mata. Ronald mendekat dan memegang pundaknya, Lucky kaget dan membuka matanya, Ronald mengatakan sesuatu dan Lucky mendengarkannya, dia diam beberapa saat dan mengangguk perlahan. Mereka berdua pergi ke ruangan Ronald untuk membahas strategi mengalahkan para Vampir. Saat masuk ke ruangan tersebut Lucky melihat beberapa orang, Ronald mengatakan bahwa mereka semua adalah orang-orang inti dalam membasmi Vampir, di ruangan itu ada Brian Ahli strategi, Victor bagian mempersiapkan senjata, Vero mempersiapkan makanan para penduduk dan bekal makanan untuk para pemburu, Takeshi bagian informasi, Sisy kepala tim medis dan obat-obatan, Yuji ahli bertarung jarak dekat, Sun ahli listrik dan lampu, Nakajima ahli menggunakan senjata mesin, dan Gun bagian menyiapkan kendaraan.
                Mereka membahas menghancurkan setiap kastil kerajaan para Count, berkat informasi dari Lucky mereka mengetahui kekuatan dan kelemahan para Count, dengan sigap mereka mempersiapkan segalanya dan berangkat untuk menghancurkan para Count. Setiap Count dari urutan ke XI sampai ke II telah mereka hancurkan dengan cepat, semua ini berkat informasi dari Lucky.
                Para pemburu lalu pulang untuk merayakan kemenangan mereka karena dengan cepat berhasil melumpuhkan para Count dan menyisakan satu Count lagi. Saat pulang mereka disambut dengan pesta besar yang luar biasa, ada banyak makanan, tarian, nyanyian, dan hiburan lainnya. Yuji bercerita hebatnya Lucky membunuh para Vampir dengan cepat, gerakannya lincah, kuat, dan tepat membuat para Vampir ketakutan. Victor memberitahu bahwa Lucky seperti Vampir karena dia ahli bertarung dan auranya membuat bulu kuduk merinding. Para warga hanya bisa mendengarkan dengan seksama dan tersihir dengan cerita Victor dan Yuji.
                Lucky di kamarnya mengurung diri dan bergumam sesuatu, pintu kamarnya diketuk dan dia membuka pintunya. Ternyata itu adalah Sisy, dia bertanya bolehkah dia masuk dan Lucky mempersilahkannya. Sisy bertanya mengapa dia tidak ikut pesta, jawaban Lucky adalah senyumannya yang khas. Sisy cemberut dan tidak mengerti mengapa Lucky jarang bicara dan hanya tersenyum. Dia meminta izin untuk ikut pesta dan Lucky mempersilahkannya. Saat Sisy keluar dari kamarnya dia hanya bisa berkata dengan lirih aku minta maaf.
                Malamnya saat pesta usai para Vampir menyerang kediaman para pemburu, banyak manusia yang berteriak minta tolong. Para pemburu segera menyerang balik, Lucky keluar dari kamarnya dan membantu mereka menyingkirkan para Vampir. Melihat Sisy mau di bunuh Vampir, Lucky marah dan berubah menjadi Vampir lalu dia balas menyerang para Vampir.
                Manusia yang ada di tempat tersebut terkejut dan kaget terutama Sisy yang melihat Lucky ternyata adalah Vampir, dengan bantuan Lucky dan para pemburu akhirnya para Vampir dapat dikalahkan. Ketika para Vampir sudah mati semua, para manusia setuju supaya Lucky dibunuh setelah itu baru mereka meninggalkan tempat tersebut tapi Ronald meminta mereka untuk tenang dan membiarkan Lucky membantu mereka karena menurut dia Lucky adalah Vampir yang baik, terjadi pro dan kontra, karena banyak yang kontra akhirnya dengan cepat diputuskan bahwa Lucky harus di bunuh.
                Ketika Lucky mau di bunuh ada awan hitam yang mengelilingi tempat tersebut, salah satu awan menangkap Lucky dan memasungnya di dinding. Banyak yang berteriak dan histeris lalu awan itu membentuk pusaran hitam dan muncullah Count I Sir Nicholas. Para pemburu menyerang Nicholas tapi tidak ada yang bisa menghabisinya, dengan kekuatannya dia menangkap Sisy. Melihat Sisy ditangkap Lucky berteriak dan menyerang Nicholas lalu menyelamatkan Sisy.
                Lucky menggendong Sisy dan meletakkannya di depan Ronald lalu berkata akan mengusir Nicholas dan bangsa Vampir dari dunia atas untuk selamanya. Dia mendekati Nicholas dan mengajaknya bertarung dalam Dark Of The Flame.
                “ Sir Nicholas, saya meminta anda untuk mengajak para saudara pergi dari sini “ pinta Lucky.
                “ Aku tidak akan pernah melakukannya, pangeran Vampir Sir Lucas anak dari Count XII Sir Emanuel “ kata Sir Nicholas.
                “ Kalau begitu aku menantangmu dalam bertarung di arena Dark Of The Flame “ kata Sir Lucas.
                “ Baik aku terima tantanganmu “ kata Sir Nicholas.
                “ Ayah, jangan kamu terima tantangannya, bukankah ayah tahu kalau Lucas salah satu 10 petarung terbaik di dunia bawah, bisa-bisa ayah kalah dan mati “ kata Sir Draco anak dari Count I Sir Nicholas.
                “ Ayah tidak akan pernah mati sebelum tujuan ayah tercapai, benarkan Draco ? “ tanya Sir Nicholas dingin.
                “ I...iya ayah “ jawab Sir Draco ketakutan.
                “ Lucas kau tahu peraturannya bukan ? Dalam pertarungan ini 2 lawan 2, sedangkan kau hanya seorang diri, Draco jadilah pendamping ayah “ pinta Sir Nicholas.
                “ Baik ayah “ kata Sir Draco lalu berdiri di sampingnya.
                “ Iya aku tahu, kenapa ? “ tanya Sir Lucas dengan dingin.
                “ Jadi 2 lawan satu ya, ternyata kau ini benar-benar cari mati “ jawab Sir Nicholas tidak percaya.
                “ Aku tidak perduli, meskipun harus mati yang penting kau harus mati “ kata Sir Lucas marah.
                 “ Siapa bilang 2 lawan 1 tapi 2 lawan 2 “ kata Armodes panglima Sir Nicholas yang berdiri di samping Sir Nicholas.
                “ Kenapa kamu membantuku ? “ tanya Sir Lucas curiga.
                “ Aku melakukannya karena aku benci sesuatu yang tidak terhormat, sudahlah diam dan akan aku bantu kau hanya untuk kali ini pangeran Lucas “ jawab Armodes.
                “ ...baiklah terserah kau “ kata Sir Lucas.
                “ Hahahaha...kalian kira dapat mengalahkan aku, benar-benar lucu “ tawa Sir Nicholas.
                “ Jangan tertawa kau, kalau aku yang menang bangsa vampir kembali ke dunia bawah, tidak mengusik dunia atas lagi, dan batalkan sihir kuno ini, lama-lama aku muak hidup seperti ini dan bila aku yang kalah, aku akan menjadi budakmu selamanya, setuju ? “ tanya Sir Lucas menatap tajam.
                “ Setuju “ jawab Sir Nicholas.
                “ Apa !!! tapi ayah ? “ tanya Sir Draco terkejut.
                “ Tenang saja Draco, kita akan menang “ jawab Sir Nicholas menatap anaknya dengan tatapan dingin dan dipenuhi nafsu membunuh, melihat mata ayahnya yang kejam Sir Draco hanya bisa mengangguk pelan dan keningnya dipenuhi keringat ini baru pertama kali dia rasakan ayahnya benar-benar serius.
                “ Dark Flame Active “ teriak empat vampir itu bersamaan.
                Ketika kata-kata itu diucapkan muncullah tengkorak berjubah hitam, dia adalah wasit dari arena tersebut namanya adalah Phantom. Dia membacakan peraturannya bahwa siapapun yang menang maka permintaannya akan terkabul dan yang kalah akan mati terbakar api hitam yang panas dari neraka, ke 4 vampir itu setuju dengan peraturan yang diberlakukan lalu arena pertarungan di mulai.
                Dark Of The Flame adalah pertarungan terlarang di dunia bawah, yang bisa mengikuti pertarungan ini hanya golongan bangsawan dari dunia bawah bila pertarungan ini dilakukan selain golongan bangsawan dari dunia bawah maka petarung tersebut akan hangus terbakar oleh api hitam. Wasit pertandingan akan menanyakan taruhan yang dinyatakan oleh para petarung, bila menang maka taruhan sang pemenang akan dikabulkan tapi bila kalah maka taruhan petarung yang kalah akan dinyatakan hangus dan yang kalah akan mati. Arena ini diwajibkan untuk diikuti oleh 2 orang yaitu 2 petarung A dan 2 petarung B, tapi bisa berubah bila wasit menyetujui ada perubahan, kalau peraturan diubah biasanya ada hal yang harus dikorbankan misalnya saja kehilangan penglihatan atau yang lain tergantung wasit pertandingan apa yang harus dikorbankan.
                Pertarungan ini di laksanakan dalam 2 babak, bila 2 babak menang maka dinyatakan menang, bila babak pertama menang lalu babak kedua kalah maka diadakan babak sudden death siapapun yang menang dalam babak sudden death maka dialah pemenangnya. Setiap petarung di lengan kanannya di beri tato api berwarna hitam siapapun yang kalah maka akan mati dibakar oleh api hitam yang ada di tato lengan kanannya.
                Pertarungan pertama antara Sir Lucas melawan Sir Draco, mereka berdua memulai pertarungan dengan kekuatan penuh. Kedua pangeran ini ahli dalam menggunakan pedang dan beladiri, tapi karena kemampuan Sir Lucas yang diakui di dunia bawah sebagai 10 petraung tebaik membuatnya menang.
                Pertarungan kedua antara Sir Nicholas dengan Armodes terjadi dengan seru, kemampuan Sir Nicholas yang terkenal dan luar biasa tidak mematahkan semangat sang jenderal Armodes untuk tumbang. Pertarungannya berjalan lama dan bisa dilihat bahwa kedua makhluk tersebut seperti monster karena bertarung dengan gagah dan hebat. Pertarugan yang sengit akhirnya dimenangkan oleh Sir Nicholas.
                Phantom menyatakan akan diadakan babak Suden Death, karena keduanya seri dan yang akan maju adalah Sir Lucas dan Sir Niholas. Babak terakhir ini adalah penentuan siapapun yang kalah akan mati. Kedua petarung disembuhkan oleh wasit pertandingan, kedua petarung sekarang dalam kondisi yang baik dan fit 100 %.
                Keduanya memulai pertarungan dengan tidak imbang karena Sir Nicholas lebih kuat dan hebat, meskipun beda kekuatan yang sangat jauh bagaikan bumi dan langit, semangat juang dari Sir Lucas membuat dia bisa bertahan. Setiap serangan yang diterima Sir Lucas membuat dia semakin lemah dan tidak berdaya. Keinginan Sir Lucas untuk menang membuat Sir Nicholas bimbang dan ragu karena mata dari Sir Lucas dipenuhi keyakinan teguh bagaikan tembok baja yang tidak akan runtuh.
                Berkat kegigihan dan keyakinannya membuat keajaiban terjadi, Sir Nicholas akhirnya kalah dengan telak. Para penonton yang melihat tekejut dan terpana, gemuruh teriakan dari para manusia bergema membuat para Vampir bertepuk tangan melihat kegigihan Sir Lucas yang akhirnya memenangkan pertandingan tersebut. Phantom menyatakan bahwa Sir Lucas menang dan permintaannya dikabulkan sedangkan Sir Nicholas dan Sir Draco mati dibakar api hitam.
                Ketika para Vampir hendak kembali ke dunia bawah, Sir Lucas meminta maaf kepada Sisy, tapi dia malah ditampar dengan keras dan menerima permintaan maaf dari Sisy, meskipun Sir Lucas telah membohonginya dia meminta Sir Lucas untuk tinggal di dunia atas, tapi dengan berat hati Sir Lucas menolaknya dengan halus mendengar itu Sisy hanya bisa menangis dan memeluk erat Sir Lucas.
                Saat mau kembali tiba-tiba Ronald memukul Sir Lucas dan mengatakan kembalilah ke dunia atas untuk membalasku, dia hanya tersenyum dan mengatakan akan kembali lagi ke dunia atas untuk membalas pukulan Ronald setelah urusannya sudah selesai. Sisy berteriak dengan lantang kalo dia akan selalu menunggu Lucas untuk kembali ke dunia atas meskipun dalam waktu yang lama, Sir Lucas hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum mendengar itu.
                Para Vampir beserta Sir Lucas telah kembali ke dunia bawah dan mereka semua telah kembali menjadi Vampir sama seperti dulu. Saat kembali tiba-tiba Sir Lucas jatuh dan Armodes menangkapnya.
                “ Lucas kau tidak apa-apa ? “ tanya Armodes khawatir.
                “ Sepertinya tubuhku tidak kuat lagi “ kata Sir Lucas menahan sakit.
                “ Panggilkan tabib istana “ pinta Arrmodes.
                “ Jangan...biarkan aku beristirahat dengan tenang...aku ingin menemui keluargaku...di alam sana...dan...tolong ke dunia atas...sampaikan permintaan maafku...kepada Ronald...terutama Sisy...katakan kepada...dia...bahwa aku..aku...mencintai dia...kumohon...setelah semuanya selesai...urusan...di sini...maukah...kamu berjanji...kepadaku ? “ tanya Sir Lucas yang mulai melemah.
                “ Ya aku berjanji kepadamu Sir Lucas “ jawab Armodes.
                “ Terima kasih...Ar...mo...des... “ kata Sir Lucas yang menutup matanya untuk selamanya.
                Armodes hanya diam melihat Sir Lucas meninggal dan hilang di telan udara, dia bangkit dan segera menyelesaikan urusan di dunia bawah setelah kelar dia akan ke dunia atas untuk menemui Ronald dan Sisy.
                Dunia atas telah kembali damai, Ronald dan Sisy tinggal di gunung. Ketika Sisy keluar ke pekarangan rumahnya dia duduk sambil memandang langit dan tersenyum sambil menunggu Lucas datang ke dunia atas.
                 
               




                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar