Kamis, 26 Februari 2015

AKIBAT PENGANIAYAAN BAGI KORBAN
               

                Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Banyak dari kita yang memiliki kekurangan dan kelebihan sehingga itu semua bisa kita tutupi dengan adanya bantuan dari orang-orang sekitar kita. Ikatan kita dengan lingkungan dan masyarakat sekitar tidak bisa kita acuhkan atau tidak kita pedulikan. Banyaknya perbedaan sudut pandang membuat kita saling curiga satu sama lain.
                Kebersamaan kita bisa pecah bila kita memandang segala sesuatu dari sudut pandang kita. Harga diri yang terlalu tinggi membutakan kita akan pentingnya cinta dan persaudaraan. Rasa kemanusiaan bisa tumbuh bila kita melihat segala sesuatu dengan hati, banyak dari kita memandang hidup dari sisi yang buruk karena hidup itu menyenangkan dan membahagiakan. Segala sesuatu itu indah bila kita mau merendahkan ego kita, bila kita berhasil maka kita akan merasakan keindahan kehidupan.
                Keinginan manusia untuk menjadi no satu membuat mereka lupa diri. Alasan menghina, mengejek, dan membully membuat kita menganiaya sesama, padahal dengan menganiaya tidak akan menyelesaikan masalah. Bagi pelaku kita akan merasa puas dan lega karena bisa membalas sakit hati kita tapi bagi korban itu akan membuat rusak mentalnya.
                Penganiayaan banyak jenisnya seperti memukul, menendang, membully, mengacuhkan, dan pelecehan seksual. Bila mental korban rusak itu bisa mengganggu aktivitasnya karena dia akan menjadi sakit jiwa, yang lebih parah lagi korban menjadi lumpuh atau meninggal dunia. Kasus penganiayaan selalu menjadi sorotan media karena itu merusak hak manusia untuk hidup. Ada beberapa kasus penganiayaan seperti di salah satu sekolah di Jakarta, salah satu universitas di Surabaya, dll. Kasus-kasus ini bisa terungkap karena laporan korban, dari keluarga korban, dan masyarakat sekitar.
                Korban penganiyaan akan merasa takut dan minder bila bertemu dengan orang-orang, untuk pulih akan memakan waktu yang lama karena pengembalian mental menjadi utuh setiap orang itu berbeda-beda tergantung dari orang tersebut. Cara-cara pengembalian mental orang itu dilakukan dengan terapi, konsultasi dengan psikolog dll.
                Manusia diciptakan dengan sempurna maka perilaku kita harus sempurna jangan sampai perilaku kita menjadi biadab dan melupakan kesempurnaan kita.

                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar