Menutup Mata
Malam ini terasa panjang
Aku duduk sendirian di teras rumah memandang bulan
Cahaya bulan mengingatkanku tentang masa lalu
Masa lalu yang cerah dan ceria
Dulu aku bisa ini...bisa itu...
tapi sekarang beda....
Dulu aku bisa bebas...
tapi sekarang beda...
Kenangan kebahagiaan terasa hambar bagiku...
Yang aku ingat hanya keburukan saja...
Aku sekarang memandang masa kini bukan masa lalu...
Kedua malaikat pelindungku hanya peduli dengan tahta dan
harta...
Aku merasa mereka melupakanku...
Aku merasa mereka hanya peduli pada sang raja dan ratu...
Aku pangeran hanya dipandang sebelah mata...
Aku merasa seperti pangeran kegelapan masa kini...
Ada suster bidadari yang mengajariku banyak hal...
tapi sekarang dia pergi tak kembali...
hanya dia pelipur laraku...
hanya dia cahaya hidupku...
hanya dia pembimbing hidupku...
hanya dia calon istriku...
Dia Katolik sedangkan aku Islam
Kami di jalan yang berbeda...
Keyakinan yang berbeda...
Bisakah aku dan dia bersatu ???
Sayangnya dia tidak tahu aku cinta dia
Kalau dia tahu...
Akankah aku dan dia tetap bersatu ???
Aku tetap diam membisu...
Tak pernah berani aku bilang “ I LOVE YOU “
Biarlah kata-kata ini tersimpan di hatiku untuk selamanya
Sejak dia pergi aku terjebak lagi di dalam kegelapan
semakin hari kabut-kabut kegelapan menyelubungiku
Aku semakin tak berdaya...
Semakin lama aku semakin menutup mataku terhadap cahaya
Aku terus berjalan di dalam kegelapan
sambil menutup mataku
Inilah jalan yang aku tempuh...
Meskipun aku ingin sukses
tetap saja aku berjalan menggapai citaku dengan mata yang
tertutup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar