Selasa, 20 Januari 2015

Puisi
Sisi Liar
karya Syaiful Anwar

Malam yang dingin menusuk tulang
Berbagai problema memasuki pikiran
Hati yang terluka terus tersayat
Jiwa yang terdiam terus meronta
            Memanggil-manggil hati yang bimbang
            Keraguan hati semakin terkuak
            Nurani mulai terselubung awan hitam yang pekat
            Detak jantung semakin berirama tak menentu
Satu...Dua...Tiga (Hening)
Hawa membunuh mulai memasuki jiwa yang goyah
Denyut nadi mulai berirama merubah bentuk tubuh yang sekarat
Awalnya malaikat berkembang menjadi iblis
            Tatapan kemarahan dengan mata liar berwarna merah
            Taring dan gigi yang tajam seperti pisau mulai merobek mangsa
            Tubuh tinggi tegap bagaikan monster di malam hari
            Teriakannya bagaikan terompet kematian
Wilayah yang gembira menjadi suram layaknya kuburan di malam hari
Pergerakan yang cepat dalam mencari mangsa, membuat korban menggigil ketakutan
Korban yang meminta penangguhan tak di gubris
Hawa kemarahan membutakan hati

            Membunuh berdasarkan insting dendam
            Hanya ada satu tujuan  “ Hidup atau Mati ”
            Himbauan kebaikan selalu dia acuhkan
            Di sebabkan tertutupnya mata hati oleh kemarahan yang memuncak

Satu korban membuka hati yang terkunci
Kebimbangan mulai terasa
Tapi wajah bidadari yang sekarat mengeraskan hati
Korban terakhir di bunuh tanpa belas kasihan
            Jiwa yang liar menghilangkan impian
            Bidadari pagi mencoba membuka hatinya
            Tetap diacuhkan
            Sisi Liar meninggalkan segalanya layaknya kabut malam
             
             
           
             



Tidak ada komentar:

Posting Komentar